Minggu, 29 Januari 2017

Perjalanan Ibadah Umroh 2017

Alhamdulillah diawal tahun 2017, Allah SWT memberikan kesempatan buat saya dan suami untuk melaksanakan ibadah Umroh. Minggu, 8 Januari 2017 pukul 08.00 pagi kami berangkat menuju kota Makkah Al Mukaromah. Penerbangan dari Jakarta ke Jeddah, Bandara King Abdul Aziz selama 10 Jam. Maskapai yang digunakan adalah Lion Air dan tidak ada transit. Alhamdulillah perjalanan pun lancar. 

Perjalanan pertama langsung menuju Kota Makkah, jadi kami langsung mengganti kain Ihram buat laki-laki dan berniat Ihram ketika pesawat sudah memasuki daerah Miqot, Yalamlam. Sehingga saya ketika meninggalkan rumah sudah dalam keadaan mandi Ihram, shalat sunah safar 2 rakaat, memakai pakai gamis, jilbab, kaos kaki sebagai pakaian Ihram. Untuk wanita, pakaian ihram yang penting menutup semua aurat kecuali kedua telapak tangan dan muka. Crew cabin Lion Air pun memberitahukan kepada kami semua jamaah Umroh bahwa 1 jam lagi akan memasuki daerah miqot, sehingga yang akan langsung melaksanakan ibadah Umroh untuk berrganti kain ihram dan berniat umroh, dengan begitu semua larangan-larangan ihram sudah berlaku. MasyaAllah hati semakin deg-degan, rasanya ingin sekali segera sampai ke tanah haram, Makkah Al Mukaromah dan Ka'bah, kiblat umat muslim di muka bumi, kiblat yang selama ini saya menghadap dalam beribadah. Alhamdulillah ya Allah. Dan tak lupa setelah sudah berihram, perbanyaklah doa dan membaca talbiyah.


Sekitar jam 16.30 waktu Jeddah kami tiba. Alhamdulillah maskapai yang kami pakai parkir di terminal Haji. Jadi suasana sepi dan proses imigrasi maupun bagasi lancar dan cepat, tidak ada hambatan. Konon katanya, jika tibanya di terminal International prosesnya akan lebih lama, karena loket imigrasi sedikit dan campur dengan penumpang maskapai lain. Kami pun langsung menuju kota Makkah perjalanan sekitar 2 jam. Berhubungan matahari sudah tenggelam, maka saya tidak bisa melihat pemandangan kota Jeddah-Makkah. InshaaAllah esok pagi pasti terlihat indah kota suci ini, kota pilihan Allah SWT dalam menurunkan agama Islam, menurunkan Al-Quran, memilih baginda Rasulullah SAW beserta keluarg dan sahabatnya. Rasa syukur memenuhi dada. Terima kasih ya Allah.

Sekitar jam 9 malam, kami sampai di hotel Olayan Makkah. Jarak hotel ke Masjidil Haram sekitar 5-10 menit jalan kaki. Kesan pertama di kota suci ini adalah adem, damai, ramai orang-orang untuk beribadah dari seluruh penjuru dunia, dingin angin. Ya Allah saya bahagia banget bisa ada disini #terharutiadahenti.
Setelah menaruh koper dan istirahat sebentar 30 menit, kami pun bersiap untuk melaksanakan Umroh Wajib didampingi oleh muthawif. Jantung pun semakin berdetak kencang, seperti ini melihat pujaan hati. MasyaaAllah. Begitu indah dan megahnya Masjidil Haram dari luar. Kagum. MasyaaAllah, ini baru lihat luarnya saja.  Di dalam sana ada Ka'bah yang saya impikan. Sebelum masuk pun kami dipandu untuk membaca doa masuk Masjidil Haram. Sudah di dalam Masjidil Haram, kami pun melaksanakan shalat Jamak Qashar Magrib dan Isya terlebih dahulu, baru kemudian melaksanaakan rukun umroh kedua, yaitu Tawaf sebanyak 7 kali. 

Subhanallah Walhamdulillah Walailahaaillahu Waaallahuakbar. Kami pun membaca doa melihat Ka'bah. Ya Allah, Ka'bah adalah salah satu kebesaran Mu yang sungguh tampak di depan mata. Begitu agung dan kokohnya berdiri. Ini adalah kiblat yang Engkau tetapkan untuk kami umat Islam beribadah. Air mata pun kerapkali menetes, kagum akan kebesaran Mu dan memohon ampunan atas segala dosa-dosa saya. T_T....hiksssshikssss...

Rukun umroh kedua pun kami lanya itu Tawaf, mengelilingi Ka'bah. Ka'bah dibangun oleh nabi Ibrahim As atas perintah Allah SWT. Dimulai dari lurusan Hajar Aswad dengan lampun hijau tiang Masjidil Haram di seberang Hajar Aswad. Tak lupa kami pun mengikuti sunah nabi Muhammad SAW dengan mengangkat tangan kanan mengarah ke Hajar Aswad dan menciumnya. Doa dan talbiyah kami ucapkan, sunah-sunah Rasulullah SAW pun kami lakukan untuk mendapatkan ridho Mu ya Allah. Sesampai di Rukun Yamani pun kami mengangkat tangan kanan, tanpa menciumnya dan membaca doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Tak lupa untuk berdoa di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah karena disanalah tempat mustajab Allah mengabulkan doa hamba Nya, yaitu Multazam. Perasaan saya saat itu begitu nikmat ya Allah, tak pernah sebelumnya merasakan perasaan yang begitu syahdu beribadah pada Mu. Sesudah melakukan Tawaf, kami pun mencari tempat di belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunah tawaf 2 rakaat, jika tepat di belakang Maqam Ibrahim penuh/ramai, maka tidak masalah agak minggir. Selesai melaksanakan shalat sunah, kamii pun disunahkan untuk meminum air Zamzam dan membaca doa. Alhamdulillah hampir setiap sudut dii Masjidil Haram tersedia galon2 besar dan banyak berisi air zamzam. Air Zamzam adalah air yang Allah janjikan tidak akan pernah habis hingga akhir dunia. MasyaAllah, Allahu Akbar. 

Sai, rukun ketiga umroh. Setelah meminum air Zamzam, kami pun berjalan menuju bukit Safa untuk melakukan Sai sebanyak 7 kali. Sai pun diperintahkan Allah SWT untuk meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk anaknya, nabi Ismail. Beliau bolak balik dari bukit Safa ke Marwah sebanyak 7 kali hingga akhirnya Allah SWT menurunkan mukzijat dengan memancurkan sumber mata air di bukit Marwah yang disebut air zamzam. Saat itu Siti Hajar begitu tulus dan ikhlas berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan air sebagai pelepas dahaga ia dan anaknya, nabi Ismail. Ya Allah kebayang betapa beratnya Siti Hajar saat itu, bukit dalam keadaan yang panas, pasir, berbukit, kerikil, tandus. Betapa lelahnya perjuangan Beliau. T_T. 

Tahalul, selesai melaksanakan Sai yang berakhir di bukit Marwah. Kami pun melakukan Rukum Umroh keempat yaitu Tahalul (mengunting rambut). Rombongan kami pun meminta pada jamaah lainnya yang sudah tahalul untuk menggunting salah satu jamaah kami, setelah itu kemudian bisa menggunting rambut jamaah. Saya pun diguntingkan rambut oleh suami saya yang sudah tahalul. Tak lupa untuk membaca doa Tahalul, agar setiap helai rambut yang dipotong menjadi cahaya pada akhirat nanti. Aamiin ya Robbal Alaamiin. 

Alhamdulillah, rangkai ibadah umroh wajib berjalan dengan lancar dan tertib. Tertib artinya semua rukun umroh dilaksanakan dengan berurutan. InshaaAllah, Allah SWT menerima ibadah umroh kami. Aamiin.

Sekitar jam 1.30 dini hari kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. MasyaaAllah kota Makkah begitu dingin dan sejuk. Saya dan suami berpisah kamar. InshaaAllah jika tahun berikutnya umroh lagi kami request sekamar. Aamiin. :) dan kami janjian untuk bertemu jam 3 pagi untuk melakukan qiyamul lail ke Masjidil Haram. Alhamdulillah walaupun hanya tidur sekitar 1,5 jam namun Allah berikan kesehatan dan kemampuan untuk kami bersemangat beribadah di tanah haram, di kota suci, di kota yang Allah janjikan dimana Dajjal tidak akan memasuki 2 kota suci yaitu Makkah dan Madina. Allahu Akbar. Kami pun datang kembali memandangi dan melihat Ka'bah sepuas kami, ya Allah mumpung kami disini, ingin selalu berlama-lama di Masjidil Haram ini. Hingga selesai shalat subuh, saya dan suami mengitari Ka'bah dan memohon ijin untuk bisa melaksanakan shalat sunnah mutlak, atau shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ketika Aisya Ra ingin shalat sunah 2 rakaat di dalam Ka'bah, kemudian Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah untuk shalat di Hijr Ismail saja karena Hijr Ismail pun bagian dari dalam Ka'bah. Alhamdulillah atas ijin Allah SWT, saya dan suami bisa melaksanakan shalat sunah 2 rakaat. Kondisi Hijr Ismail saat itu begitu padat pada jamaah yang ingin shalat, sehingga kami harus menjaga satu sama lain untuk shalat agar tidak terinjak-injak. MasyaAllah. Terharunya tiada terkira bisa disini ya Allah, suasana yang syahdu dan adem. Setelah keluar dari Hijr Ismail, kami pun berjalan mendekati Rukun Yamani untuk mengusapnya sebagaimana sunah Rasulullah SAW. Disitupun saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengusapnya dan memegang Ka'bah. MasyaAllah harum kiswah Ka'bah yang selalu teringat di kepala, betapa lembut dan harumnya. Allahu Akbar. Keinginan untuk mencium Hajar Aswad dan berdoa di Multazam pun diurungkan saat itu karena sungguh padat jamaah lain. Kami pun berjalan menjauh dari  Ka'bah dan menuju Maqam Ibrahim untuk melihat tapak kaki nabi Ibrahim dengan jelas. 

Empat hari di kota Makkah rasanya begitu cepat, setelah hari pertama menjalani ibadah umroh wajib, hari kedua free program, hari ketiga melaksanakan umroh kedua (umroh sunah) pahalanya saya bisa untuk orang lain dan kami mengambil miqot di Masjid Jiranah. Tempat miqot yang ditentukan Rasulullah SAW untuk mengambil miqot umrah setelah pulang dari perang Hunain, inilah umroh ketiga beliau. Sebelum mengambil miqot di masjid Jiranah, kami sempat city tour ke Jabal Rahmah, melewati masjid Qiblatain, Makam istri Rasulullah (Khadijah), Jabal Uhud, dsb. Sepulang mengambil miqot untuk umroh kedua, kamipun menuju Masjidil Haram untuk Umroh sunah.

Hari berikutnya yaitu hari keempat, kami akan melaksanakan umroh Ba'dal (pahalanya bisa untuk yang sudah meninggal). Kami mengambil miqot di masjid Hudaibiyah, salah satu tempat miqot yang ditetapkan Rasul. Di sini juga Rasul menerima perjanjian Hudaibiyah dengan kafir Quraisy tentang kesepakatan tidak ada perang selama 10 tahun antara kaum muslimin dan kaum quraisy. Setelah mengambil miqot, kami pun menuju Masjidil Haram kembali untuk melaksanakan Umroh Ba'dal. Umroh ketiga (umroh Ba'dal) saya lakukan berdua saja dengan suami, tanpa ikut rombongan dengan muthawif. Sebelum Ashar kami pun menyelesaikan umroh Ba'dal. Keesokan harinya  jam 9 pagi kami rombongan melaksanakan Tawaf Wada (tawaf perpisahan). Selesai tawaf wada, kami menunggu hingga shalat dzuhur seebelum jam 2 siang kami harus bertolak ke kota suci kedua atau tanah haram kedua yaitu Madina Al Munawaroh. Sedih rasanya berpisah dan berdoa agar ini bukan yang terakhir kalinya, namun Allah SWT mencukupi kami kembali untuk beribadah di kota Suci Makkah Al Mukaromah ini. Aamiin. Kota yang begitu syahdu dan sejuk. MasyaAllah.

Perjalanan Makkah ke Madina sekitar 5-6 jam, 470 km. Subhanallah jauh banget Rasulullah SAW berjalan untuk melaksanakan perintah Allah yaitu berhijrah. Hanya dengan kendaraan yang sederhana. T_T. Ya Nabi Salam Alaika, ya Allah kini saya deg-degan untuk kedua kalinya, Deg-degan ingin mengunjungi rumah sekaligus makam kekasih Mu ya Allah, Rasulullah, HabibaAllah, NabiAllah, Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat beliau. Masjid Nabawi, Madina Al Munawarah adalah tanah haram kedua yang Allah tetapkan, sekaligus kota yang tidak akan dimasuki oleh dajjal. Allahu Akbar. Di dalam Masjid Nabawi inilah rumah yang kini menjadi makam Rasul dan sahabatnya, serta Raudhah atau Taman surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa di antara rumah ku dan mimbar ku adalah taman surga (raudhah). Masya Allah, betapa kami umatmu ya Rasulullah SAW ingin shalat dan berdoa di taman surga yang  Allah turunkan di dunia. Ingin melaksanakan sunah2 mu ya Rasulullah, ingin sampaikan salam serta salawat untuk mu ya Rasulullah. Alhamdulillah jam 3 pagi pun saya janjian kembali dengan suami dan  mba Nida&suami untuk melakukan qiyamul lail di Masjid Nabawi dan berniat melaksanakan shalat di Raudhah. Untuk jamaah laki-laki tidak ada batasan waktu untuk shalat di raudhah, sedangkan jamaah wanita dibatasi jam 8 pagi dan jam 9 malam saja. Nanti ada petugas masjid khusus wanita yang mengarahkan. Untuk shalat di raudhah biasanya masuk dari Gate 25/pintu 25. Bisa tanya dengan para petugas masjid Nabawi, cari saja yang bermuka melayu/Indonesia yang tidak menggunakan cadar atau bahkan mereka sedang berbicara bahasa Indonesia dengan temannya, mereka adalah orang Indonesia yang bekerja untuk Masjid Nabawi. 

Raudhah, taman surga yang Allah turunkan di dunia. Disinilah tempat Rasul menyampaikan khutbah, tempat Rasul beritikaf, tempat Rasul berbaring. Ya Allah, salam serta salawat kami panjatkan untuk Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Disamping makam Rasul, adalah makam Abu Bakar Ra. Beliau meminta untuk dikuburkan disebelah makam Rasul jika meninggal kepada siti Aisyah, istri nabi Muhammad SAW. Kemudian Umar bin Khattab pun meminta kepada Siti Aisyah untuk dikuburkan disebelah kedua sahabatnya tersebut. Karena rasa hormat Siti Aisyah kepada Umar bin Khattab, ia pun mengijinkannya. Padahal Siti Asiyah sudah berencana untuk dikuburkan disamping suami dan ayah tercintanya. Masya Allah. Begitu lapang dan lembutnya hati istri Rasulullah, siti Aisyah. #terharu ya Allah lembutkan hati hamba sebagaimana Siti Aisyah Ra. Aamiin. T_T. Nikmatnya beribadah di 2 tanah haram, di 2 Masjid yang Allah muliakan, kekhusyuan dan persaudaraan seiman yang saya rasakan, berbagi shaf walaupun kami tidak kenal, walaupun beda negara, beda benua, berbeda bahasa, adat, kebiasaan, tatacara, namun kami tahu bahwa kami bersaudara seiman. Cukupkan rezeki kami untuk melaksanakan ibadah umroh/haji kembali ya Allah. untuk melaksanakan panggilan Mu kembali ya Allah. Aamiin ya Robbal Alaamiin.

8-16 Januari 2017/9-17 Rabiul Akhir 1438H.

Pandangi Ka'bah terus dan berdoa dengan pemilik Ka'bah supaya bisa kesini (lagi) untuk melaksanakan panggilan Mu ya Allah.... Aku datang memenuhi panggilan Mu ya Allah
Zamzam Tower menunjukan pukul 01.45 dini hari, seusai melaksanakan umroh wajib. alhamdulillah.
Di luar/pelataran Masjidil Haram

Foto diambil setelah shalat subuh, hendak mengitari Ka'bah dan berdoa ingin shalat di Hijr Ismail
Terima kasih ya Allah, panggil kami kembali. Aamiin.

Atas ijin Allah SWT. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah

Selesai melaksanakan tawaf wada, tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah
Kebesaran Allah SWT
Shalatlah di Hijr Ismail, karena itu bagian dari dalam Ka'bah. MasyaAllah.
Seusai shalat di Hijr Ismail, mengusap Rukun Yamani dan Ka'bah. Tepat dibelakang adalah Maqam Ibrahim.
Ka'bah tak henti diputari berlawanan arah jarum jam, sama hal nya dengan peredaran  tata surya dan galaxy, semua bertawaf dalam rangka beribadah dan beriman kepada Mu ya Allah
Air Zam Zam, air yang Allah janjikan tidak akan habis hingga akhir zaman
Burung dara itu banyak namun jalanan tidak terlihat kotor


Jabal Rahman, tempat bertemunya Nabi Adam As dan Siti Hawa. Nabi Adam diturunkan oleh Allah di daerah India dan Siti Hawa diturunkan oleh Allah di Jazirah Arab


Suasana di luar Masjid Jiranah, Makkah

Tampak Masjid Jiranah, Makkah


Salah satu sudut/pintu Masjidil Haram, Makkah

Museum Masjidil Haram/Ka'bah, disini tempat disimpannya interior/eksterior Ka'bah/Masjidil Haram yang sudah lama.

Contoh Maqam Ibrahim di museum 
Ya Nabi Salam Alaika, Masjid Nabawi, Madina Al Munawarah


Interior Masjid Nabawi

MasyaAllah



Di bawah kubah hijau itu lah rumah Rasulullah atau yang sekarang adalah makam Rasulullah dan juga Raudhah.


Masjid Quba, Madina. Masjid pertama di muka bumi yang dibangun oleh Rasulullah SAW beserta para sahabatnya atas dasar taqwa
kebun kurma

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar