Senin, 13 Juni 2011

9 Juni 2011 : the first pregnancy journal

Alhamdulillah ya Allah, kebahagian selalu Engkau berikan pada kami.
Terharu begitu melihat hasil testpack pertama di rumah adalah dua garis (walpun satu garis tidak tegas ). Speechless!!! itu yg saya rasakan begitu membaca hasilnya dan kebahagiaan semakin bertambah dengan adanya my hubby di sampingku. Ya Allah, kami sangat bersyukur atas Anugerah Terindah-Mu ini.
Campur aduk rasanya, bahagia tiada tara, terharu mewarnai perasaanku.

Bulan Mei 2011 adalah bulan ke 10 dari usia pernikahanku. Dimana pada bulan Mei 2011, aku mencoba untuk ikhlas, tenang, tidak menggebu-gebu, intinya aku pasrah dan aku serahkan pada Allah SWT. Sepuluh bulan aku menunggu masa kehamilanku dipenuhi dengan sensasi suka duka pertanyaan teman-teman yang menanyakan "Sudah hamil blom?" dll.
Pertanyaan itu sempat membuat aku down di beberapa bulan yang lalu, dimana aku selalu mengadu dan sedih pada hubby. Tak bosannya pun ia selalu menguatkanku, ia selalu bilang anggap saja itu sebagai doa, agar aku segera hamil. Hal itu terus terjadi.

Hingga akhirnya di bulan Mei 2011 tepatnya setelah HPHT saya 1 Mei 2011, saya memutuskan untuk lebih pasrah, ikhlas, tenang, dan tidak menggebu-gebu. Intinya di bulan Mei saya pasrahkan pada Allah, ditambah lagi saya akan melakukan perjalanan dinas (baca : Flight to Gorontalo) diakhir bulan Mei itu, rasa kepasrahan saya tersebut semakin besar. Namun, jika dihitung masa subur serta masa ovulasi dari HPHT saya tersebut, saya dan hubby masih punya peluang untuk memanfaatkan tanggal masa subur yaitu tgl 16-20 Mei 2011. Sebelum saya harus ke Gorontalo tgl 22-26 Mei 2011.

 Sekuat2nya tekat saya untuk tidak menangis jika haid datang, ternyata luluh juga. Saya sempat menangis ketika melihat "setitik darah" sehabis pup di akhir bulan Mei 2011, hati tak karuan mulai mehantui pikiran dan perasaan saya. "mmmhhmm...saya haid :( " . Spontan setelah kejadian itu, saya membuat kesalahan terbesar  yaitu saya menyalahkan diri saya, memprotes pada Allah SWT ( ya Allah, ampunin aku. Amin. hikssss ), dan memprotes my hubby..hikssss ( ayank, maafin aku ya . hiksss ).

Allah memberiku pendamping hidup yang tepat, ia selalu menguatkan aku. Setelah kejadian malam itu adalah tgl 1 Juni 2011, aku sudah kembali pulih dari perasaan sedih itu dan siap2 menyambut tamu bulanan tersebut.
Tanggal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 berlalu!!! hal itu ternyata tak kunjung datang jua.
Rupanya keikhlasan n kesabaran kami, dijawab oleh Allah SWT. Dimana makna ikhtiar dan tawakal akan lebih diijabah oleh-Nya jika kita sebagai individu sepenuhnya menyerahkan hasil pada-Nya, Sang Maha Besar. Pelajaran buat saya, Jangan pernah sekalipun berprasangka buruk pada Sang Khalik, Dia maha mengetahui segalanya, timing mana yang baik untuk umat-Nya. Ya Allah, ku mohon ampun pada-Mu, Engkau telah mengabulkan doa-doa kami menurut waktu-Mu, Insya Allah anugerah terindah-Mu akan selalu kami jaga dengan baik. Rahmati dan berkahi selalu kehamilanku ini ya Allah. Amin Ya Robbalamin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar