Selasa, 12 Mei 2015

Miniatur Kereta Api & De Ranch Lembang


Assalamualaikum wr. wb. 

Jangan lupa kalau isi bensi ke SPBU Pertamina yaaa...:D

Alhamdulillah tepat banget milih waktu minggu kemarin untuk ke Bandung dan sekitarnya, jalanan dari Jakarta menuju Bandung sangat lancar, begitupula di Bandung dan sekitar. Kemana-mana pun terasa dekat. hehehe...#tips nih yang mau liburan ke Bandung ga mau macet adalah pilih weekend dimana sebelumnya ada longweekend dan minggu berikutnya adalah longweekend lagi. hehehe

Dari Jakarta langsung menuju tempat yang dituju  pertama yaitu mengunjungi miniatur kereta api di Floating Market Lembang. Pilihan liburan ke sana karena Razka, anak sulung sangat antusias dengan yang namanya kereta api dan kuda, nah di Lembang ini semua yang kita mau kunjungi ada. Lagipula memang belum pernah ke floating market jadi saya pun ikut antusias. hehe.

Dari kota Bandung, suami lebih memilih rute lewat Dago ke Lembang, rute pilihan untuk menghindari macet. Saya pun merasa cepat jika lewat dago menuju lembang, apalagi tidak macet, tambah semakin cepat donk yak.. ahhh liburan semakin happy deh, tidak ada macet-macetan. :p.

Tiket masuk floating market 15rb/orng dan 15/mobil. Kemudian tiket bisa ditukar dengan minuman berupa milo, nescafe, atau lemontea yang seharga 10rb. So murah donk yaaaa klo bawa banyak anggota keluarga lainnyaa. Kesan pertama masuk ke dalam, ahhh sejuk nan damai nan adem. Suasananya pas banget yaa, ahh pasti kalian sudah taulah yaaa...sudah duluan ke floating market daripada saya. Maklum saya belum kekinian orangnya. hehehe...#lupakan :D

Langsung donk ke tujuan utama miniatur kereta api tanpa basa-basi dengan makanan-makanan di pasar apungnya yang sudah melambai-lambai, berhubung sudah makan di daerah Punclut jadi kita tidak begitu tergoda donk. Apalagi lihat di situasi di pasar apungnya banyak orang makan dan cukup sesak, makin semangat donk menuju miniatur kereta apinya.

Tiket masuk miniatur kereta api 15rb/orang, anak usia 2 tahun ke atas bayar ya. Disinilah tempat terlama selama di floating market, Razka begitu senang dan berlari ke sana sini mengejar kereta api yang berjalan. Ketika saya kesana ada 4 kereta api yang dijalankan, jadi anak-anakpun sayang senang, seolah-olahnya nyata. Jangankan mereka, saya pun senang lihatnya. hehe...

Lihat pemandangan yang keren begini sayang donk ya klo gak ikutan eksis poto-poto ;p

Disini saya cukup mengawasi Razka dari kejauhan, tempatnya cukup aman buat ia lari-lari kejar kereta api. Kebetulan tidak begitu ramai disini, atau mungkin orang malas masuk ke sini karena bayar tiket lagi. Atau mereka sudah duluan masuk ke rumah "hobbit" alias rumah kelinci. :D


Ini nih bocah yang happy banget di miniatur kereta api 
Kereta Api Pos Indonesia..tutttuuutttttuuttt...

Setelah puas di miniatur kereta api, plan selanjutnya adalah de Ranch karena Razka sudah menagih mana kudanya ayah? :D Meluncurlah kami ke De Ranch yang hanya butuh waktu 10 menit kurang saya rasa, karena dekat dan tidak macet. Oia floating market tutup hingga jam 8 malam di weekend sedangkan De Ranch tutup jam 6 sore alldays. Satu jam saja di de ranch sudah cukup membuat Razka antusias menceritakan bahwa dia berani naik kuda. Lupa! tiket masuk De Ranch 8rb/orang ya naik, terakhirnya sebelumnya hanya 5rb/rb. Udah pernah cerita juga sih di blog ini, cerita pengalaman pertama ke de ranch, scroll aja ya klo mau baca. hehehe.. Tak lupa donk tuker tiket dengan susu sapi segar rasa strawberry. Setelah semua sholat Magrib di De Ranch, kembalilah kami ke kota Bandung untuk menginap di mess kantor yang sudah dipesan. Jalanan Bandung sangat bersahabat, ah senangnyaaa...Sabtu weekend kemarin di tutup dengan makan malam di HDL Cilaki. Terima kasih ya Allah for our holiday. Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..



Jembatan kereta api 

Rumah siapa itu ya?

Kakaknya susah banget suruh foto, kejar-kejar kereta mulu. Jadi kita bertiga aja deh fotonya

Ikutin kemana pun si kereta jalan 

Baterainya habis, diganti dulu

Tau donk jembatan kereta api Bandung ini, ada lho di miniatur kereta api 

Ikutin kereta terus 


Wow ada giant di negeri liliput..hahahha

Pissss dulu ahhh..ama adek luna


ini si cantik , seneng banget diturunin dari stroller..hihih

Pindah spot ke De Ranch setelah puas di Floating Market 

Kuda

Gayanya keren banget si kaa

Pemandangannya hijau semua, udaranya segar banget, perfect!

Razka si pemberani

Oia ini minggu pagi di kota Bandung, sempetin jalan-jalan pagi ke lapangan Gasibu, rame banget di sana dengan orang-orang olahraga , ada pula yang Zumba, jadi pingin ikutan donk, seru rame..:D. Setelah dari lapang Gasibu lanjut jalan kaki ke bubur ayam H. Mang Oyo, favorite bubur ayam kalau ke Bandung. Per porsi mulai dari 15rb/orang.


Jalan pagi dengan muka bantal 

Bunganya minta dibawa pulang nih :p

ada yang happy dibeliin mainan ama uwa nya...:D

Bunda tolonggg aku dimasukin ke keranjang ama kk evan


Sekian, semoga bisa jadi referensi selamat berlibur yaaa happy family.
Terima kasih.
Waalaikumsalam wr. wb. 


Kamis, 18 Desember 2014

Proses Melahirkan Anak Kedua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah bisa mampir lagi disini, kangen banget rasanya nge-blog. Dulu selalu punya niat mau cerita proses kehamilan anak kedua hingga tuntas seperti kehamilan Razka dahulu tapi ternyata terhenti cukup lama. ^_^. Oke, bismillah saya mau berbagi pengalaman proses melahirkan anak kedua, yang menurut saya sangat jauh berbeda dengan proses melahirkan Razka. Berawal dari proses kehamilan yang benar-benar menjaga asupan makanan supaya si baby tidak gendut di dalam hingga usaha memberdayakan diri (salah satunya prenatal yoga) supaya hasil akhirnya nanti bisa melahirkan dengan alami/normal. Tapi ternyata Allah berkehendak berbeda, anak kedua pun lahir dengan proses Sectio Ceasarae. Padahal jarak umur dari anak pertama, mata, dan segala sesuatunya sudah menunjang untuk melahirkan dengan normal. Tetapi apapun prosesnya saya sangat bersyukur atas kelahiran putri kedua saya yang sehat, cantik nan solehah. Aamiin Ya Allah.

Tanggal 20 Juni 2014 saya mengalami flek, yang katanya itu salah satu tanda kelahiran akan dekat, kemudian saya menghubungi obgyn dan diminta untuk segera ke RS untuk dilakukan check up. Tiga hari 2 malam saya rawat inap di salah satu RS swasta di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, disana saya diobservasi apakah tanda kelahiran akan lebih dekat dan ternyata tidak! Selama dalam waktu 3 hari pembukaan persalinan stuck diangka 2 (dua), kontraksi pun datang belum teratur dan belum terlalu kuat hingga akhirnya tanggal 22 malam saya diijinkan untuk pulang.

Tanggal 1 Juli 2013 jam 19.00 malam saya mengalami kontraksi yang mulai teratur dan kuat selama 5 menit sekali. Ingat betul malam itu suami sedang sholat Tarawih dengan Razka, anak pertama saya. Saya masih bisa memberdayakan diri atas kontraksi itu sampai menunggu suami pulang Tarawih. Sepulangnya ia dari masjid jam 21.00, saya pun menceritakan kondisi kontraksi yang semakin kuat. Suami pun menawarkan untuk segera ke RS, tetapi saya terus menunda entah kenapa feeling untuk ke RS belum terlalu kuat. hehehe... Hingga akhirnya pukul 00.00 menjelang tanggal 2 Juli 2014 kami memutuskan untuk ke RS. Dengan meninggalkan Razka yang sedang tidur pulas pada eyangnya. Setelah pamitan dan mohon doa pada ibu mertua, saya dan suami pun meluncur berdua ke RS tengah malam, tentu jalanan sepi dan sangat lancar, dari rumah kami di daerah Cipayung Jakarta Timur hingga Pamulang, Tangerang Selatan hanya ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit. Pada masanya kontraksi datang pada saat perjalanan menuju RS, saya berusaha untuk kalem dan tetep berdoa dimudahkan persalinan.

Sesampainya di RS, saya segera diobservasi dengan CTG dan dilakukan VT (cek pembukaan) dan ternyata jarak waktu seminggu sejak flek rawat inap lalu hanya meningkat 1 angkat. OOhh..ya Allah. Lama banget rasanya meningkatnya pembukaan ini, padahal udah pelvic rocking tiada henti supaya tambah pembukaan. T_T. Sedih! Kemudian saya pun diminta untuk menempati ruang bersalin agar mudah diobservasi. Selama menunggu waktu agar persalinan semakin datang, saya tidak bisa tidur karena kontraksi semakin kuat, tak jarang selalu minta dipijat daerah pinggang pada suami kala kontraksi datang. Terlihat suami yang kelelahan menemani saya karena tidak ada yang menggantikan. Atas permintaan saya agar proses ini hanya saya dan suami yang lalui, biarkan orang tua mendoakan dan menunggu kabar saja di rumah. Menjelang jam setengah lima pagi saya pun di VT kembali dan pembukaan naik satu angka, 4. Oke! Kita tunggu lagi. Doa tak henti kepada Allah, terlebih ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah dan berkah.

Jam 10 pagi obgyn saya pun akhirnya datang, dia pun melakukan VT secara langsung dan (lagi) (lagi) pembukaan masih sama diangka 4, kontraksi pun masih sama 5-3 menit sekali. (lagi) (lagi) oke kita tunggu. Saya pun masih enjoy menikmati kontraksi itu dan suami pun masih sabar menemani saya walapun sering dijutekin, diremes tangannya dikala kontaksi datang. Terima kasih ya Allah akhirnya saya merasakan kontraksi proses persalinan, mengingat dahulu ketika Razka kelahirannya dilakukan sebelum tanda-tanda persalinan alami datang. Bersyukur dan sedih teringat perjuangan mama melahirkan saya dulu, mengingat perjuangan ibu melahirkan suami saya, mengingat perjuangan kakak-kakak saya melahirkan ponakan-ponakan saya dengan proses normal, mengingat ibu-ibu di luar sana yang berjuangan melahirkan dengan normal. Nikmat rasa sakitnya tiada dua, daerah pinggang ke bawah rasanya seperti ingin lepas dari tubuh. hahahhaha...#lebay ya tapi ini fakta lho. hehehe...

Jam 4 sore pun diobservasi kembali, ternyata pembukaan naik diangka 5-6. Kemudian saya diprisma (pup dikeluarkan semua/anus dikosongkan) agar kepala bayi semakin mudah turun ke jalan lahir. Jadi perkiraan dokter pembukaan 6 ke 10 akan cepat, diperkirakan 4 jam kedepan akan lahir. Setelah diprisma dan saya pun minta ganti baju yang baru. Sejam setelah diprisma saya merasa aneh karena kontraksi semakin mundur, semakin 10-15 menit sekali, bertambah jam setengah jam sekali, menjadi sejam sekali, di VT pun pembukaan stuck diangka itu. Dokter saja bingung apalagi saya. ;( Menurutny setelah diprisma pembukaan semakin banyak dan kelahiran semakin dekat. Hingga pukul 12 malam menjelang tanggal 3 Juli 2014 dokter pun menelepon saya, dia menjelaskan kepada saya, saya pun berargumen padanya ketika opsi ceasar keluar dari ucapannya, ahhh...rasanya bagai tersambar petir. Seketika suara menjadi terbata-bata dan air mata menetes. Sc lagi? operasi lagi? mau normal, gimana ini? pindah RS? pindah dokter? klo ada apa2 gimana? terutama klo bayi aku kenapa2 gimana? pihak RS tentu menyerakan sepenuhnya pada saya dan suami, dokterpun minta saya buat pernyataan jika saya maksa pulang. Jam 01.00 malam, saya pun berniat mau menghubungi guru prenatal yoga saya untuk konsultasi kondisi saya tapi saya sadar bahwa ini sudah tengah malam, pastilah beliau sudah tidur, karena saya coba whatssapp saat itu juga belum direspon. Wanna say...mba Diana terima kasih ya atas segala sharing ilmu dll. Malam itu mungkin Allah berkehendak lain.

Negosiasi untuk menunggu jam 12 siang tanggal 3 Juli 2014 pun gagal, obgyn saya  memberi waktu hingga jam 5 pagi untuk bayi segera dilahirkan. Bersyukur memiliki suami yang luar biasa bijaksana dan hebat menjadi penenang dan pereda isak tangis saya ditengah malam, menerima kenyataan bahwa saya akan dioperasi (again). Terima kasih Ayah, semoga Allah selalu menjadikanmu suami yang soleh, dihatimu selalu dipenuhi iman dan Islam, pembimbing kami (istri dan anak-anakmu) dunia dan akhirat, sehat jasmani rohani untuk kamu sayang. Malam itu pun saya berusaha tenang dan kalem ditengah-tengah rasa kontraksi yang masih datang 30 menit-1 jam sekali dengan kondisi emosional yang tidak stabil. Ya Allah kini doaku pun berubah pada Mu, semoga ini adalah rencana Mu, skenario terbaik dari Mu, takdir terindah untukku. Aku tahu rencana Mu lebih indah daripada rencana aku. Maka aku pasrahkan semuanya pada Mu.

Jam 5 pagi perawat dan bidan pun datang untuk menjemput saya menuju ruang operasi. Terlihat di depan ruang operasi sudah ada mama tercinta, air mata pun mengalir dan langsung memeluk mama ku tersayang. Beliau begitu semangat dan memberikan ku support. Ya Allah jaga selalu mama dan bapak ku, maafkan aku harus jauh darimu, dahulu kecil tak pernah terbayang akan pisah rumah seperti ini, tapi kenyataannya saya sudah berada di fase nikah dan berumah tangga bahkan sudah mau memiliki 2 orang anak. I Love you so much mama, bapak. Sehat selalu untuk kalian. Rasanya apapun tak ada balasannya untuk kalian hingga mau melahirkan pun saya masih merepotkanmu untuk datang pagi2 agar menemani ku dalam proses operasi SC. Keinginan melahirkan normal pun kandas, maka keinginan untuk melahirkan ditemani suami dan mama pun tak boleh kandas. hehehe....Love you Ayah, Mama. #mbrebesmili

Di ruang transit sebelum memasuki ruang operasi pun saya masih sesenggukan menangis. Tangis layaknya anak kecil yang diomelin habis-habisan, tak ada rasa malu, yang penting emosi saya lega dengan menangis. Perawat dan bidan pun berusaha menenangkan saya. Ini kondisi yang sangat berbeda, jauh berbeda ketika akan melahirkan Razka, dahulu ketika melahirkan Razka di ruang transit saya begitu tenang, enjoy, rilex dan tak sabar ketemu Razka kecil. hehehe.

 Lagi-lagi pikiran macam-macam membayangi saya mulai dari suntik tes alergi yang sakitnya aduhai bersamaan datangnya kontraksi, suntik anestesi di tulang sumsum, telanjang di hadapan pada medis, jika operasinya ini itu, ahhhh Ya Allah ampuni aku. T_T.  Isak tangispun terhenti ketika akan memasuki ruang operasi, agak lega ketika suami masih bisa melihat proses persalinan dari kaca besar, ia pun memakai baju steril dan berdiri dibalik kaca yang besar. Tak jarang selalu melihatnya selama proses berlangsung itu sudah membuatku lega. Lagi lagi mengulang proses operasi, suasana operasi, nafas yang berat, rasa kantuk dan lemes.

Alhamdulillah jam 05.38 tanggal 3 Juli 2014, Salsabiluna Aisha Quinnytri lahir dengan selamat dan sehat, dengan berat badan 3,6 kg, tinggi 51 cm. Persis banget jam kelahirannya kayak kakaknya, Razka. Apapun prosesnya nak, bunda senang dan bersyukur Luna lahir dengan selamat dan sehat, putri ayah bunda yang cantik nan solehah semoga Luna menjadi kebanggaan kami dan agama tentunya. I love you Luna sayang. Tumbuh sehat ya nak, semoga bunda bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kalian, Razka dan Luna.
Prenatal Yoga salah satu cara memberdayakan diri dalam proses kehamilan, ini pose bersama teman-teman Prenatal Yoga di BKT yang dilaksanakan setiap hari Minggu dengan instruktur mba Diana Elsa Vonie, thank you so much mba, prenatal yoga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya.
Foto ketika mau CTG baby Luna cantik yang masih ada di dalam perut bunda ^_^


Suami tercinta yang selalu setia dan sabar menemani perjalanan hidup saya. love you ayah :* sehat selalu untuk kamu. 
Di ruang bersalin selama proses panjang menanti kehadiran mu sayang, Luna anak Solehah
Akhir dari proses panjang yang menegangkan, menyedihkan, mengharukan, menyedihkan, dan membahagiakan. Terima kasih ya Allah atas segala kehendak Mu. Semoga hamba selalu jadi manusia yang penuh syukur atas nikmat Mu. 
Salsabiluna Aisha Quinnytri = Quin (Queen) nya Tejo dan Rina kehadirannya bagai mata air di surga yang mempunyai sifat-sifat baik seperti Istri Baginda Rasulullah SAW,  Aisyah. Aamiin. 
Hari pertama Luna lahir sudah mandi dan cantik ^_^

Kalian adalah Anugerah Terindah dalam hidup saya. Love you 
Nah, ini dia Luna sayang sekarang, ia tumbuh kembang begitu cepat dan sehat. Beratnya sekarang 7,5 kg, 5 bulan. Minumnya ASI bunda aja, bentar lagi 6 bulan MPASI deh. Anak sehat, pintar dan solehah, kebanggaan kami. Sehat sehat ya nak, kiss kiss dari Bunda :*

Waalaikumsalam, Wr. Wb.
Rina Alkiano









Minggu, 11 Mei 2014

Pemeriksaan Mata Menjelang Persalinan

Front office Jakarta Timur Eye Center, Lantai III RS Harapan Bunda
Memasuki minggu ke 31 kehamilan, saya diminta untuk memeriksakan kondisi mata karena minus saya yang tinggi, ki-ka 5. Alhamdulillah kemarin bisa menyempatkan diri ke Jakarta Timur Eye Center, lokasinya berada dalam satu gedung dengan RS Harapan Bunda, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Setiap kali saya harus check anggota tubuh pasti saya deg-degan, apalagi mata karena saya sudah sangat lama tidak check kondisi mata saya pada dokter. Sejauh ini pemeriksaan mata hanya pada optik, bahkan tak jarang saya tidak ingin diperiksa kembali jika ingin mengganti kacamata. Alasannya karena sudah nyaman di minus 5 dan tidak ingin naik lagi minus saya. Bisa saja kan berkurang minusnya? tapi sayang saya selalu ragu kalau minus saya berkurang, karena pengalaman beberapa kali periksa di optik, minus selalu bertambah dari minus 1,25 hingga sekarang 5 dalam rentang waktu 18 tahun. :D

Sebelum menikah, saya tidak pernah berpikir hubungan antara mata minus tinggi dengan proses persalinan. Walaupun mungkin banyak orang jaman dahulu atau bahkan ibu kita sendiri atau anggota keluarga lainnya juga sudah ada yang minus tinggi kemudian sukses melahirkan beberapa anak dengan persalinan normal tanpa harus periksa atau minta persetujuan dokter mata untuk menjalani persalinan normal. Adakah hubungnya persalinan normal dengan mata? Kemudian bagaimana dengan keadaan jaman sekarang dimana obgyn menyarankan pasiennya yang minus tinggi untuk check kondisi mata sebelum menjalani persalinan normal? Resiko putusnya syaraf mata bisa terjadi pada siapa dan kapan saja, tidak hanya pada persalinan normal. Contoh orang yang bangun tidur, bisa saja tiba-tiba kehilangan penglihatannya.

Ngeden atau merem saat persalinan sebenarnya tidak berpengaruh langsung pada mata, namun demi mengurangi resiko terburuk bagi mata, maka obgyn biasanya menganjurkan pada bumil yang berminus tinggi 
untuk memeriksakan kondisi matanya,. Karena pada proses persalinan normal, seluruh otot dan syaraf pada tubuh bekerja keras atau menegang. Jadi menurut saya, tak ada salahnya bumil minus tinggi untuk memeriksakan matanya ke dokter untuk menyakinkan diri dan tentunya obgyn bahwa kondisi mata tidak bermasalah jika dilakukan persalinan normal. Bagi orang yang jarang banget periksa mata pada dokter (seperti saya...:D), anjuran obgyn untuk pergi ke dokter mata memaksa saya tahu kondisi sebenarnya si mata, kondisi kornea, lensa, retina dan syaraf mata. Alhamdulillah semua baik-baik saja, artinya tidak ada yang bermasalah.  (phufff...leganya). Padahal sudah ada ketentuannya ya periksakan mata Anda minimal 6 bulan sekali. hehehee...

Manfaatnya lagi, setiap kali kita berkunjung dari dokter spesialis, pasti dapat ilmu walaupun sedikit. Seperti ini, orang yang berminus tinggi itu, syaraf matanya ibarat balon tiup karet. 
Balon karet yang belum ditiup, ketebalannya masih normal = mata normal, artinya syaraf mata pun masih bagus.
Balon karet yang ditiup dengan sedikit angin, ketebalan permukaannya berkurang = mata minus.
Balon karet yang ditiup dengan banyak angin hingga balon membesar, ketebalan permukaannya semakin tipis = mata minus tinggi. Jika ditambah lagi tekanan anginnya maka ada kemungkinan balon tersebut akan semakin tipis dan kemudian pecah. Begitu kira-kira analogi antara minus mata dan balon karet.
Jadi, semakin tinggi tekanan angin di dalam balon, semakin menipis ketebalan permukaan si balon. Sama halnya dengan mata minus, semakin tinggi minusnya maka semakin tipis/menegangnya syaraf mata.
Itulah mengapa obgyn sekarang lebih menyarankan pasien yang berminus tinggi untuk memeriksakan matanya sebelum menjalani persalinan normal karena untuk mengurangi resiko terburuk. Tentu kita sebagai pasien pun menginginkan proses persalinan yang tenang tanpa ada perasaan negatif yang terjadi pada mata ketika proses persalinan nanti. 

Kini saya akan share proses pemeriksaan mata keseluruhan (terutama untuk ibu hamil):
1. Tahap pertama, saya memasuki sebuah ruangan yang terdapat 3 alat pemeriksaan mata. Sebenarnya alat ini tidak asing bagi pengguna kacamata dan sering ke optik, karena alat ini pasti ada. hehehe. Cara kerja alat (1) ini, pasien duduk kemudian tempelkan dagu di bagian alat tersebut, diperiksa deh mata kiri dan kanan secara bergantian, di dalam alat tersebut kita akan lihat sebuah rumah kecil dari buram hingga jelas.
Kemudian berpindah ke alat kedua (2), bentuk alat ini hampir mirip dengan alat pertama tapi cara kerjanya berbeda. Alat ini cukup mengejutkan karena ada efek angin yang ditiupkan ke mata, menurut saya tidak sakit tapi cukup buat kaget :p. Beberapa kali mata saya ditiupkan angin dari alat ini. Setelah alat kedua, lanjut ke alat (3) pemeriksaan manual seperti di optik-optik, dimana kita pakai kacamata khusus yang akan diselipkan beberapa lensa secara berganti untuk membaca huruf/angkat di dinding yang cukup jauh jaraknya jika saya tidak pakai kacamata. hahahhahaa. Setelah tahap pertama selesai, saya diminta menunggu untuk tahap selanjutnya. Review sedikit Jakarta Timur Eye Center, ruangannya lumayan nyaman, bersih, ber-AC dan harum walaupun hanya satu lantai di RS Harapan Bunda, ada 3 kursi alat pijat di ruang tunggu dan beberapa alat pijat refleksi kaki untuk pengunjung.

2. Tahap kedua, saya diminta untuk memasuki sebuah ruang tunggu yang lebih privat. Ternyata di sana saya akan diberi obat tetes mata semalam satu jam, fungsi obat tetes ini untuk memperbesar pupil mata guna pemeriksaan mata selanjutnya. Orang-orang yang berada di ruangan ini khusus bagi yang akan diberikan obat tetes mata, tapi pendamping boleh menemani. Efek obat tetes mata ini 4-6 jam ke depan penglihatan akan buram dan kesulitan membaca. Ooooo...ternyata benar. Selesai pemeriksaan mata, penglihatan saya buram dan tidak bisa baca sms, bbm, wa, line, ig, fb, dst. hahhahahaa.. Alhasil merem deh jadi pilihan.

Ruang tunggu proses pemakaian obat tetes mata
3. Tahap ketiga, saya memasuki ruangan yang hanya ada tempat tidur dan alat pemeriksaan mata. Disana saya diperiksa oleh dr. Okky N, Sp.M. Saya diminta berbaring kemudian lampu dimatikan, dokter mulai periksa mata saya dengan sebuah lampu, menurut saya seperti lampu senter. Disana saya diminta menggerakan bola mata ke atas, kiri, bawah, kanan untuk masing-masing mata. Proses ini cukup menyilaukan mata. Selama proses pemeriksaan mata ini saya selalu ditemani oleh suami.

4. Tahap keempat, ini tahap terakhir pemeriksaan mata saya. Ruangannya di ruang praktek dr. Okky sendiri. Pemeriksaan tahap ini menggunakan alat yang cara penggunaannya hampir sama dengan tahap ketiga namun lebih detail. Saya diminta melihat atas, atas kanan, kanan, bawah kanan, bawah, bawah kiri, kiri, kiri atas. Begitu masing-masing bola mata. Proses ini saya merasa ada sebuah benda yang hampir menempel dengan lensa mata, cukup membuat pegel kepala karena suster memegangi kepala saya, mungkin agar tidak gerak-gerak, dan menempel sempurna dengan alatnya. Selesai pemeriksaan, dr. Okky menyatakan bahwa kondisi mata saya masih bagus. Alhamdulillah. (leganyoooo :D) dan tidak bermasalah jika melahirkan normal nanti. ^_^...Terima kasih ya Allah

Tips : Jika tidak dikasih surat rekomendasi pemeriksaan mata oleh obgyn, jangan lupa minta surat pernyataan hasil pemeriksaan oleh dokter mata ya. Pengalaman saya, berhubung tidak dikasih surat rekomendasi pemeriksaan mata oleh obgyn, maka saya inisiatif minta surat pernyataan bahwa mata saya baik-baik saja oleh dr. Okky. Alhamdulillah dr. Okky friendly dan segera menulis pernyataan untuk obgyn saya, dr. Novi Gracia. ^_^

Biaya pemeriksaan retina untuk bumil di Jakarta Timur Eye Center per Mei 2014 sbb :
- Konsul dokter mata : 165rb
- Tonometri non contact ODS : 15rb
- Indirect Optalmoskop Kepala ODS : 25rb
- Pemakaian obat tetes mata : 18rb
- Adm : 25rb
Total : 248rb.

Jadwal praktek dr. Okky Natanael, Sp.M :
- Senin-Jumat pukul 09.00-15.00
untuk lebih jelas jadwal praktek dokter mata lainnya di JTEC, bisa telp di 021-8779 8970 (hunting)

Baca juga artikel Apakah Persalinan Normal bisa Dilakukan pada Penderita Mata Minus? oleh Bidanku.com klik di sini
Sumber : Apakah Persalinan Normal bisa Dilakukan pada Penderita Mata Minus? http://bidanku.com/apakah-persalinan-normal-bisa-dilakukan-pada-penderita-mata-minus#ixzz31T9skFZ4

Lihat ---> betapa tebalnya lensa kacamata saya, tapi tetap bersyukur. Alhamdulillah ^_^

Rabu, 02 April 2014

26 Minggu Kehamilan Kedua

Ketika hamil Razka sering banget posting kehamilan, kalau yang sekarang jarang makanya jadi kangen. hehehe. #edisikangen :p

1. Cek Laboratorium
Alhamdulillah sudah 26 minggu. Kontrol sebelumnya saya harus cek lab meliputi :
- gula dara PP
- gulang darah puasa
- HBsAg
- Hematologi Rutin
salah satu gunanya untuk mengetahui apakah ada diabetes dalam kehamilan.
Estimasi biaya cek lab sekitar 350rb di RS Mitra Keluarga Cibubur. Oia, saya sekarang pindah RS untuk kontrol kehamilan. Pilihan jatuh pada RS Mitra Keluarga Cibubur dengan alasan dekat dari rumah dan sudah menemukan obgyn yang cocok disana yaitu dr. Novi Gracia, Sp. OG. Kalau mau tahu dr. Novi seperti apa bisa googling ya. :D.

Daaannn saya cek lab memilih hari Kamis malam karena suami bisa pada hari itu. Jadi saya puasa 12 jam, mulai dari jam 9 pagi (hanya boleh minum). Mhmm..rasa lemesnya mantab tingkat tinggi (sungguh di sore hari saya rasanya mau #pengsan T_T ), hingga akhirnya jam 7 malam diambil darah (lupa berapa banyak, yg diinget 2 botol kecil nan langsing tapi tetep aja berasa banyak darah yang diambil :p). Perasaan lega banget udah diambil darah jadi bisa makan sepuasnya deuhhh #sumringah. Ehhhh....tapi ternyata saya harus puasa lagi setelah makan dan minum yang sudah ditakar oleh RS (dapat kupon makan cek lab di kantin) karena harus diambil darah lagi untuk 2 jam kemudian. huhuhu.....#lemeslagih

bayangkan 12 jam puasa dan ketika berbuka hanya 3 jenis makanan ini kemudian puasa lagi. oooooo mana tahann.. hahahhaahaa....*lapar yang tak tertahankan..:))


Hari Sabtu pagi saya sudah bisa ambil hasil lab dan membawanya ke dokter Novi, begitu dibaca komen beliau : "ini kalau nilai raport, nilainya pas-pasan". WAHAHAHHAHAHA....and said "so far so good lah". Huaaaaa..#lega, gak penting nilainya, yang penting kesimpulannya ya dok. #sumringah :p. Alhamdulillah, keadaan bunda baik-baik aja ya dek, smoga #babyL juga selalu sehat dan ceria...:)

2. Jenis Kelamin
Di usia kehamilan 16 minggu sebenarnya alat kelamin sudah mulai terbentuk dan dapat terlihat. Ketika usia kehamilan tersebut, dr. Novi menawarkan apakah mau dilihat kelaminnya atau surprise? Penasaran sih :D, akhirnya saya dan suami setuju udah dilihat. Setelah melihat keseluruhan sang baby, baru mencari-cari posisi yang pas untuk dilihat jenis kelamin baby, dengan saya posisi miring ke kiri alhamdulillah terlihat. Ketika lihat layar monitor mesin USG, saya gak tahu apakah itu laki-laki atau perempuan. Kemudian dokter menjelaskan insya Allah  98% perempuan. Alhamdulillah. :) , semoga hingga lahir nanti tetap perempuan ya dok. Aamiin. Dokter Novi ikut Aamiin-in. (semangat mulai cari nama :D)
Sebenarnya jenis kelamin laki-laki atau perempuan itu sudah ditentukan ketika terjadi pembuahan antara sel telur dan sperma. Banyak mitos beredar di masyarakat kalau mau anak laki-laki/perempuan harus ini, harus itu. Ketentuan-ketentuan untuk mendapatkan jenis kelamin laki-laki atau perempuan memang bisa tapi ketika masa pra kehamilan, bukan ketika sudah terjadi kehamilan. Jadi bagi yang mau program mempunyai anak laki-laki atau perempuan bisa dilakukan cara-cara tertentu sebelum pembuahan terjadi ya. Cara-caranya atau ilmunya bisa googling ya, tapi tentunya jangan lupa semua adalah bagian dari usaha kita sebagai manusia, kembali yang berhak menentukan adalah Allah SWT.
Dan jika ada kasus di USG jenis kelamin anak A dan ternyata lahir jenis kelaminnya B itu bukan berarti berubah jenis kelaminnya tetapi kesalahan dalam membaca USG.

3. Nama dan Perlengkapan Bayi
Setelah tahu jenis kelamin sang baby, saya mulai semangat mencari nama bayi perempuan. Dahulu ketika Razka murni yang kasih nama ayahnya. Sampai ayahnya berkreasi untuk mendapatkan nama hasil gabungan nama saya dan suami, jadilah Alkiano. hehehee...Seharian googling dan alhamdulillah dapat nama yang cocok, langsung deh lapor suami dan suami suka. Yang terpenting dalam memberi nama untuk anak adalah nama yang baik-baik, bermakna baik karena merupakan bagian dari doa. Tentunya ada aturan lain dalam memberi nama untuk anak dalam Islam, bisa googling ya. (saya kebanyakan googling, baca sana sini, klo udah baca closed, closed, jadi gak bisa kasih link deh. huhuhuu).

Saya kira pun anak kedua ini tidak sebanyak perlengkapan bayi yang akan dibeli, tapi ternyata ketika di-list banyak juga, huhuhuuuuu...:D
1. baby stroller ----> memang sih ketika Razka lahir, saya gak beli stroller karena dapat pinjaman dari kakak tapi ketika kakak saya lahiran juga, strollernya dibalikin deh :p. Kemudian dapat hadiah stroller buat Razka, namun rodanya sudah tidak bisa manuver bebas akibat sering buat mainan ama Razka dan ponakan yang udah gede-gede. #hadeh
2. Breastpump ------> saya punya BP medela harmony (manual), saya cukup puas dengan BP satu ini terbukti 1,5 tahun pake ini dan mendukung ASIP yang banyak untuk razka karena nyaman, tuas ringan, tidak sakit daya hisapnya, sparepartnya tidak terlalu banyak dan ringkes. Dahulu bisa dibilang saya terlalu mengeksploitasi BP tersebut hingga akhirnya robek panjang pada bagian diafragma BP tersebut. Jelas sangat mengurangi daya hisap hingga akhirnya benar-benar tidak ada daya hisap, saya memcoba mencari sparepart tersebut offline atau online semua jawabanya sedang kosong. Terpaksa saya menghentikan ritual pumping di kantor. Saat itu juga Razka hanya menghabiskan ASIP yang tersimpan di freezer dan mulai saya berikan susu UHT. Alhamdulillah ia suka dan tak bermasalah dgn pencernaan.
Dapat review dari teman ada merk BP Spectra Baby made in Korea yang katanya juga nyaman, gak sakit dan gak berisik. Kita juga bisa Free Trial sebelum membeli, bagi yang berminat free trial atau sewa BP Spectra baby bisa lihat infonya disini ya www.spectrababy.co.id Tapi kok lihat harganya yang elektrik mahal yak. huhuuhuu...
Karena memang udah jatuh cinta ama Medela Harmony setiap saya ke Toko Perlengkapan Baby pasti menanyakan sparepart itu, atau bisa juga telpon ke Medela Customer Care : wilayah Jakarta 021 4522249, 021 45846977-78. Saya pernah beberapa kali telpon tapi hasilnya nihil pantas saja kalau di beberapa store baby kosong. Harga BP medela harmony sekarang sudah naik jadi 550rb di Dunia Toys ITC Cempaka Mas, 2 tahun yang lalu beli 450rb. Naiknya lumayan yak, huhuhuu, klo gak ngebandingi bukan buibu namanya :p.
3. Sprei waterproof Javan ----> wajib punya untuk anak kedua ini pengalaman pake perlak bayi, ternyata tetap saja kasur kena ompol di sisi lain, karena Razka tidak betah tidur dialaskan perlak dan posisi tidur razka yang tidak beraturan (perlak dimana, orgnya dimana). Makanya untuk anak kedua ini wajib pake sprei waterproof dan teman2 merekomendasikan merk Javan karena tidak panas, kasur tetap awet, tidak bocor walau sudah dicuci, karena warnanya putih paling jadi banyak noda2 coklat bekas ompol di Javan tapi gak masalah karena kan ditutupin lagi oleh sprei biasa. So, saya beli ini di Fany Baby ITC kuningan ukuran 200cm seharga 380rb. Pernah survei di toko lain hargnya di atas 400rb untuk ukuran 200. Survei online ada yang 10-20rb lebih murah + ongkir ya beda tipislah. :D
4. APA LAGI YA.....:D, intinya tetep gak tahan mau beli-beli baby stuffs yang lucu2, imut2, dan pinky2. InsyaAllah ^_^

Taman Safari Indonesia

Baru setahun yang lalu ke tempat wisata ini dan sekarang saya kembali lagi hanya bertiga. Kali ini lebih pagi supaya puas di sana, mengingat setahun yang lalu kesini tiba jam 4 sore dan hujan pula, gak puasnya deh :p. Longweekend arah Puncak, Bogor sudah dipastikan macet, oleh karena itu saya berangkat jam setengah 6 pagi dari Cibubur dan alhamdulillah tidak kena macet :D (senyum puas.. hehehe).
Tips yang mau ke jalur Puncak:
- cari info jadwal oneway di Puncak (tapi kadang situasional ya)
   jam 9.00 - 11.30 arah Jkt-Puncak
   jam 15.00 - 17.00 arah Puncak-Jkt (info www.tamansafari.com)
   Seperti yang saya katakan tadi, situasional ya jangan berpatok pada jadwal tersebut. 
- klo tidak terpaksa harus ke Puncak weekend/longweekend lebih baik pikir-pikir lagi deh daripada ngedumel sepanjang perjalanan. xixiixxi :p
- berangkat lebih pagi (subuh) :p
- koleksi jalur alternatif ke Puncak, terkadang membuat hoki lho. Klo udah lewat jalan alternatif tapi tetap kena macet berarti anda kurang beruntung. hehehe
- bagi yang sudah berkeluarga (maks. punya anak 1) bisa pakai motor ke puncak, seperti yang dilakukan oleh The Harahap Family. Infonya mereka enjoy dan tidak kena macet2an. hahhahaa... yang mau coba, silakeun. Lebih jelas lagi bisa lihat disini The Harahap Family, motorcycle and Puncak . #weeuudan #keyen #maksa #enjoy xixiixixixixiixi...

Razka and Pingu
Tiket masuk Taman Safari Indonesia lumayan mahal klo gak datang dari pagi, apalagi anak seusia Razka (2y) bedanya hanya 10 ribu dari tiket dewasa. Harga tiket weekend/hari libur dewasa 140 rb dan anak usia di bawah 5 tahun sebesar 130 rb, mobil 20rb. Bertiga 425rb dewh. hohohohooo..baru kerasa longweekend-an ...:D. Alhamdulillah seharian di sana cuaca cerah hingga malam pun tidak hujan. Agenda selama di Taman Safari saya lebih utamakan menonton pertunjukan show, selebihnya ajak Razka lihat-lihat hewan di dalam area dan naik wahana permainan. Dia happy banget walaupun terlihat ngantuk :D. Hingga akhirnya tertidur di pangkuan jam 4 sore ketika menonton Tigers Show, segera deh ambil stroller di mobil seusai pertunjukan selesai, supaya ayahnya gak berat gendong Razka yang tertidur. ;)

Jadwal pertunjukan show di Taman Safari bisa dilihat di brosur yang diberikan oleh petugas piket di pintu masuk dan sekaligus dikasih gelang tiket terusan untuk menaiki wahana bermain secara gratis. Namun, ada beberapa area/wahana yang tidak termasuk tiket terusan ya T_T huhuuuuhu. Saya datang hari Minggu jadi bisa menonton Cowboy Show/ Safari Theater/ Globe the Earth sedangkan klo weekday dan hari Sabtu, show tersebut tidak ada. Cowboy show menurut saya menarik tapi tidak cocok untuk anak-anak, karena banyak adegan kekerasan (tembak-tembakan, berkelahi, mabuk, dll seperti film-film cowboy Amerika sana.. hohohohoo) dan pembakaran kedai yang membuat anak-anak kaget dan menangis melihat api menjulang tinggi, termasuk Razka nangis dan minta pulang ketika melihat kedai terbakar dan suara api yang mengagetkan. :( Kami pun keluar sebelum show selesai, begitu keluar Razka pun berhenti menangis dan berkata "kage (t)" sambil tepuk-tepuk dadanya. :)

Jam 8 malam pun kami pulang dengan lalin lancar ke arah Jakarta (berlaku oneway ke Jakarta), setelah menunggu 1 jam di mobil sengaja untuk tertidur.. hehehe (lumayan capek seharian jalan kaki tiada henti. huehuehue) dan Razka pun sudah tidur pulas di jok belakang. :D. Kami pun mampir beli sate H. Kadir yang katanya terkenal enaknya sejak dahulu kala dan perjalanan hari ini diakhiri mampir ke Cimory Riverside untuk beli aneka snack dan susu.

Bunda : "Razka senang gak?"
Razka : "senang" 
Aybunnya pun tersenyum puas. hahahahahaa
Alhamdulillah. Thanks to Allah dan Ayah. 


Serius nonton Animal Show. Klo bundanya tegang karena tiba-tiba dari atas muncul lah monyet, tupai, atau batiba burung swwwwiiiinggg terbang di atas kepala.. hadehh #norak ya. :D, berharap gak ada suprise berupa reptil (khususnya ular) hoohohohoo... Eh tapi di sisi lain bangku penonton, pemeran show ada yang melempar "ular" alias boneka ular. (tetep aja parno :p) 

Nunggu Dolphin Show mulai, foto2 duyu :P
Sudah pintar disuruh gaya nih bocah lucu 

Razka amazing lihat gajah yang gede, emaknya inisiatif minta fotoin bapake..xixixiixi

Look like in the winter, huehuehue