Tampilkan postingan dengan label Breastfeeding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Breastfeeding. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Proses Melahirkan Anak Kedua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah bisa mampir lagi disini, kangen banget rasanya nge-blog. Dulu selalu punya niat mau cerita proses kehamilan anak kedua hingga tuntas seperti kehamilan Razka dahulu tapi ternyata terhenti cukup lama. ^_^. Oke, bismillah saya mau berbagi pengalaman proses melahirkan anak kedua, yang menurut saya sangat jauh berbeda dengan proses melahirkan Razka. Berawal dari proses kehamilan yang benar-benar menjaga asupan makanan supaya si baby tidak gendut di dalam hingga usaha memberdayakan diri (salah satunya prenatal yoga) supaya hasil akhirnya nanti bisa melahirkan dengan alami/normal. Tapi ternyata Allah berkehendak berbeda, anak kedua pun lahir dengan proses Sectio Ceasarae. Padahal jarak umur dari anak pertama, mata, dan segala sesuatunya sudah menunjang untuk melahirkan dengan normal. Tetapi apapun prosesnya saya sangat bersyukur atas kelahiran putri kedua saya yang sehat, cantik nan solehah. Aamiin Ya Allah.

Tanggal 20 Juni 2014 saya mengalami flek, yang katanya itu salah satu tanda kelahiran akan dekat, kemudian saya menghubungi obgyn dan diminta untuk segera ke RS untuk dilakukan check up. Tiga hari 2 malam saya rawat inap di salah satu RS swasta di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, disana saya diobservasi apakah tanda kelahiran akan lebih dekat dan ternyata tidak! Selama dalam waktu 3 hari pembukaan persalinan stuck diangka 2 (dua), kontraksi pun datang belum teratur dan belum terlalu kuat hingga akhirnya tanggal 22 malam saya diijinkan untuk pulang.

Tanggal 1 Juli 2013 jam 19.00 malam saya mengalami kontraksi yang mulai teratur dan kuat selama 5 menit sekali. Ingat betul malam itu suami sedang sholat Tarawih dengan Razka, anak pertama saya. Saya masih bisa memberdayakan diri atas kontraksi itu sampai menunggu suami pulang Tarawih. Sepulangnya ia dari masjid jam 21.00, saya pun menceritakan kondisi kontraksi yang semakin kuat. Suami pun menawarkan untuk segera ke RS, tetapi saya terus menunda entah kenapa feeling untuk ke RS belum terlalu kuat. hehehe... Hingga akhirnya pukul 00.00 menjelang tanggal 2 Juli 2014 kami memutuskan untuk ke RS. Dengan meninggalkan Razka yang sedang tidur pulas pada eyangnya. Setelah pamitan dan mohon doa pada ibu mertua, saya dan suami pun meluncur berdua ke RS tengah malam, tentu jalanan sepi dan sangat lancar, dari rumah kami di daerah Cipayung Jakarta Timur hingga Pamulang, Tangerang Selatan hanya ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit. Pada masanya kontraksi datang pada saat perjalanan menuju RS, saya berusaha untuk kalem dan tetep berdoa dimudahkan persalinan.

Sesampainya di RS, saya segera diobservasi dengan CTG dan dilakukan VT (cek pembukaan) dan ternyata jarak waktu seminggu sejak flek rawat inap lalu hanya meningkat 1 angkat. OOhh..ya Allah. Lama banget rasanya meningkatnya pembukaan ini, padahal udah pelvic rocking tiada henti supaya tambah pembukaan. T_T. Sedih! Kemudian saya pun diminta untuk menempati ruang bersalin agar mudah diobservasi. Selama menunggu waktu agar persalinan semakin datang, saya tidak bisa tidur karena kontraksi semakin kuat, tak jarang selalu minta dipijat daerah pinggang pada suami kala kontraksi datang. Terlihat suami yang kelelahan menemani saya karena tidak ada yang menggantikan. Atas permintaan saya agar proses ini hanya saya dan suami yang lalui, biarkan orang tua mendoakan dan menunggu kabar saja di rumah. Menjelang jam setengah lima pagi saya pun di VT kembali dan pembukaan naik satu angka, 4. Oke! Kita tunggu lagi. Doa tak henti kepada Allah, terlebih ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah dan berkah.

Jam 10 pagi obgyn saya pun akhirnya datang, dia pun melakukan VT secara langsung dan (lagi) (lagi) pembukaan masih sama diangka 4, kontraksi pun masih sama 5-3 menit sekali. (lagi) (lagi) oke kita tunggu. Saya pun masih enjoy menikmati kontraksi itu dan suami pun masih sabar menemani saya walapun sering dijutekin, diremes tangannya dikala kontaksi datang. Terima kasih ya Allah akhirnya saya merasakan kontraksi proses persalinan, mengingat dahulu ketika Razka kelahirannya dilakukan sebelum tanda-tanda persalinan alami datang. Bersyukur dan sedih teringat perjuangan mama melahirkan saya dulu, mengingat perjuangan ibu melahirkan suami saya, mengingat perjuangan kakak-kakak saya melahirkan ponakan-ponakan saya dengan proses normal, mengingat ibu-ibu di luar sana yang berjuangan melahirkan dengan normal. Nikmat rasa sakitnya tiada dua, daerah pinggang ke bawah rasanya seperti ingin lepas dari tubuh. hahahhaha...#lebay ya tapi ini fakta lho. hehehe...

Jam 4 sore pun diobservasi kembali, ternyata pembukaan naik diangka 5-6. Kemudian saya diprisma (pup dikeluarkan semua/anus dikosongkan) agar kepala bayi semakin mudah turun ke jalan lahir. Jadi perkiraan dokter pembukaan 6 ke 10 akan cepat, diperkirakan 4 jam kedepan akan lahir. Setelah diprisma dan saya pun minta ganti baju yang baru. Sejam setelah diprisma saya merasa aneh karena kontraksi semakin mundur, semakin 10-15 menit sekali, bertambah jam setengah jam sekali, menjadi sejam sekali, di VT pun pembukaan stuck diangka itu. Dokter saja bingung apalagi saya. ;( Menurutny setelah diprisma pembukaan semakin banyak dan kelahiran semakin dekat. Hingga pukul 12 malam menjelang tanggal 3 Juli 2014 dokter pun menelepon saya, dia menjelaskan kepada saya, saya pun berargumen padanya ketika opsi ceasar keluar dari ucapannya, ahhh...rasanya bagai tersambar petir. Seketika suara menjadi terbata-bata dan air mata menetes. Sc lagi? operasi lagi? mau normal, gimana ini? pindah RS? pindah dokter? klo ada apa2 gimana? terutama klo bayi aku kenapa2 gimana? pihak RS tentu menyerakan sepenuhnya pada saya dan suami, dokterpun minta saya buat pernyataan jika saya maksa pulang. Jam 01.00 malam, saya pun berniat mau menghubungi guru prenatal yoga saya untuk konsultasi kondisi saya tapi saya sadar bahwa ini sudah tengah malam, pastilah beliau sudah tidur, karena saya coba whatssapp saat itu juga belum direspon. Wanna say...mba Diana terima kasih ya atas segala sharing ilmu dll. Malam itu mungkin Allah berkehendak lain.

Negosiasi untuk menunggu jam 12 siang tanggal 3 Juli 2014 pun gagal, obgyn saya  memberi waktu hingga jam 5 pagi untuk bayi segera dilahirkan. Bersyukur memiliki suami yang luar biasa bijaksana dan hebat menjadi penenang dan pereda isak tangis saya ditengah malam, menerima kenyataan bahwa saya akan dioperasi (again). Terima kasih Ayah, semoga Allah selalu menjadikanmu suami yang soleh, dihatimu selalu dipenuhi iman dan Islam, pembimbing kami (istri dan anak-anakmu) dunia dan akhirat, sehat jasmani rohani untuk kamu sayang. Malam itu pun saya berusaha tenang dan kalem ditengah-tengah rasa kontraksi yang masih datang 30 menit-1 jam sekali dengan kondisi emosional yang tidak stabil. Ya Allah kini doaku pun berubah pada Mu, semoga ini adalah rencana Mu, skenario terbaik dari Mu, takdir terindah untukku. Aku tahu rencana Mu lebih indah daripada rencana aku. Maka aku pasrahkan semuanya pada Mu.

Jam 5 pagi perawat dan bidan pun datang untuk menjemput saya menuju ruang operasi. Terlihat di depan ruang operasi sudah ada mama tercinta, air mata pun mengalir dan langsung memeluk mama ku tersayang. Beliau begitu semangat dan memberikan ku support. Ya Allah jaga selalu mama dan bapak ku, maafkan aku harus jauh darimu, dahulu kecil tak pernah terbayang akan pisah rumah seperti ini, tapi kenyataannya saya sudah berada di fase nikah dan berumah tangga bahkan sudah mau memiliki 2 orang anak. I Love you so much mama, bapak. Sehat selalu untuk kalian. Rasanya apapun tak ada balasannya untuk kalian hingga mau melahirkan pun saya masih merepotkanmu untuk datang pagi2 agar menemani ku dalam proses operasi SC. Keinginan melahirkan normal pun kandas, maka keinginan untuk melahirkan ditemani suami dan mama pun tak boleh kandas. hehehe....Love you Ayah, Mama. #mbrebesmili

Di ruang transit sebelum memasuki ruang operasi pun saya masih sesenggukan menangis. Tangis layaknya anak kecil yang diomelin habis-habisan, tak ada rasa malu, yang penting emosi saya lega dengan menangis. Perawat dan bidan pun berusaha menenangkan saya. Ini kondisi yang sangat berbeda, jauh berbeda ketika akan melahirkan Razka, dahulu ketika melahirkan Razka di ruang transit saya begitu tenang, enjoy, rilex dan tak sabar ketemu Razka kecil. hehehe.

 Lagi-lagi pikiran macam-macam membayangi saya mulai dari suntik tes alergi yang sakitnya aduhai bersamaan datangnya kontraksi, suntik anestesi di tulang sumsum, telanjang di hadapan pada medis, jika operasinya ini itu, ahhhh Ya Allah ampuni aku. T_T.  Isak tangispun terhenti ketika akan memasuki ruang operasi, agak lega ketika suami masih bisa melihat proses persalinan dari kaca besar, ia pun memakai baju steril dan berdiri dibalik kaca yang besar. Tak jarang selalu melihatnya selama proses berlangsung itu sudah membuatku lega. Lagi lagi mengulang proses operasi, suasana operasi, nafas yang berat, rasa kantuk dan lemes.

Alhamdulillah jam 05.38 tanggal 3 Juli 2014, Salsabiluna Aisha Quinnytri lahir dengan selamat dan sehat, dengan berat badan 3,6 kg, tinggi 51 cm. Persis banget jam kelahirannya kayak kakaknya, Razka. Apapun prosesnya nak, bunda senang dan bersyukur Luna lahir dengan selamat dan sehat, putri ayah bunda yang cantik nan solehah semoga Luna menjadi kebanggaan kami dan agama tentunya. I love you Luna sayang. Tumbuh sehat ya nak, semoga bunda bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kalian, Razka dan Luna.
Prenatal Yoga salah satu cara memberdayakan diri dalam proses kehamilan, ini pose bersama teman-teman Prenatal Yoga di BKT yang dilaksanakan setiap hari Minggu dengan instruktur mba Diana Elsa Vonie, thank you so much mba, prenatal yoga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya.
Foto ketika mau CTG baby Luna cantik yang masih ada di dalam perut bunda ^_^


Suami tercinta yang selalu setia dan sabar menemani perjalanan hidup saya. love you ayah :* sehat selalu untuk kamu. 
Di ruang bersalin selama proses panjang menanti kehadiran mu sayang, Luna anak Solehah
Akhir dari proses panjang yang menegangkan, menyedihkan, mengharukan, menyedihkan, dan membahagiakan. Terima kasih ya Allah atas segala kehendak Mu. Semoga hamba selalu jadi manusia yang penuh syukur atas nikmat Mu. 
Salsabiluna Aisha Quinnytri = Quin (Queen) nya Tejo dan Rina kehadirannya bagai mata air di surga yang mempunyai sifat-sifat baik seperti Istri Baginda Rasulullah SAW,  Aisyah. Aamiin. 
Hari pertama Luna lahir sudah mandi dan cantik ^_^

Kalian adalah Anugerah Terindah dalam hidup saya. Love you 
Nah, ini dia Luna sayang sekarang, ia tumbuh kembang begitu cepat dan sehat. Beratnya sekarang 7,5 kg, 5 bulan. Minumnya ASI bunda aja, bentar lagi 6 bulan MPASI deh. Anak sehat, pintar dan solehah, kebanggaan kami. Sehat sehat ya nak, kiss kiss dari Bunda :*

Waalaikumsalam, Wr. Wb.
Rina Alkiano









Rabu, 02 April 2014

26 Minggu Kehamilan Kedua

Ketika hamil Razka sering banget posting kehamilan, kalau yang sekarang jarang makanya jadi kangen. hehehe. #edisikangen :p

1. Cek Laboratorium
Alhamdulillah sudah 26 minggu. Kontrol sebelumnya saya harus cek lab meliputi :
- gula dara PP
- gulang darah puasa
- HBsAg
- Hematologi Rutin
salah satu gunanya untuk mengetahui apakah ada diabetes dalam kehamilan.
Estimasi biaya cek lab sekitar 350rb di RS Mitra Keluarga Cibubur. Oia, saya sekarang pindah RS untuk kontrol kehamilan. Pilihan jatuh pada RS Mitra Keluarga Cibubur dengan alasan dekat dari rumah dan sudah menemukan obgyn yang cocok disana yaitu dr. Novi Gracia, Sp. OG. Kalau mau tahu dr. Novi seperti apa bisa googling ya. :D.

Daaannn saya cek lab memilih hari Kamis malam karena suami bisa pada hari itu. Jadi saya puasa 12 jam, mulai dari jam 9 pagi (hanya boleh minum). Mhmm..rasa lemesnya mantab tingkat tinggi (sungguh di sore hari saya rasanya mau #pengsan T_T ), hingga akhirnya jam 7 malam diambil darah (lupa berapa banyak, yg diinget 2 botol kecil nan langsing tapi tetep aja berasa banyak darah yang diambil :p). Perasaan lega banget udah diambil darah jadi bisa makan sepuasnya deuhhh #sumringah. Ehhhh....tapi ternyata saya harus puasa lagi setelah makan dan minum yang sudah ditakar oleh RS (dapat kupon makan cek lab di kantin) karena harus diambil darah lagi untuk 2 jam kemudian. huhuhu.....#lemeslagih

bayangkan 12 jam puasa dan ketika berbuka hanya 3 jenis makanan ini kemudian puasa lagi. oooooo mana tahann.. hahahhaahaa....*lapar yang tak tertahankan..:))


Hari Sabtu pagi saya sudah bisa ambil hasil lab dan membawanya ke dokter Novi, begitu dibaca komen beliau : "ini kalau nilai raport, nilainya pas-pasan". WAHAHAHHAHAHA....and said "so far so good lah". Huaaaaa..#lega, gak penting nilainya, yang penting kesimpulannya ya dok. #sumringah :p. Alhamdulillah, keadaan bunda baik-baik aja ya dek, smoga #babyL juga selalu sehat dan ceria...:)

2. Jenis Kelamin
Di usia kehamilan 16 minggu sebenarnya alat kelamin sudah mulai terbentuk dan dapat terlihat. Ketika usia kehamilan tersebut, dr. Novi menawarkan apakah mau dilihat kelaminnya atau surprise? Penasaran sih :D, akhirnya saya dan suami setuju udah dilihat. Setelah melihat keseluruhan sang baby, baru mencari-cari posisi yang pas untuk dilihat jenis kelamin baby, dengan saya posisi miring ke kiri alhamdulillah terlihat. Ketika lihat layar monitor mesin USG, saya gak tahu apakah itu laki-laki atau perempuan. Kemudian dokter menjelaskan insya Allah  98% perempuan. Alhamdulillah. :) , semoga hingga lahir nanti tetap perempuan ya dok. Aamiin. Dokter Novi ikut Aamiin-in. (semangat mulai cari nama :D)
Sebenarnya jenis kelamin laki-laki atau perempuan itu sudah ditentukan ketika terjadi pembuahan antara sel telur dan sperma. Banyak mitos beredar di masyarakat kalau mau anak laki-laki/perempuan harus ini, harus itu. Ketentuan-ketentuan untuk mendapatkan jenis kelamin laki-laki atau perempuan memang bisa tapi ketika masa pra kehamilan, bukan ketika sudah terjadi kehamilan. Jadi bagi yang mau program mempunyai anak laki-laki atau perempuan bisa dilakukan cara-cara tertentu sebelum pembuahan terjadi ya. Cara-caranya atau ilmunya bisa googling ya, tapi tentunya jangan lupa semua adalah bagian dari usaha kita sebagai manusia, kembali yang berhak menentukan adalah Allah SWT.
Dan jika ada kasus di USG jenis kelamin anak A dan ternyata lahir jenis kelaminnya B itu bukan berarti berubah jenis kelaminnya tetapi kesalahan dalam membaca USG.

3. Nama dan Perlengkapan Bayi
Setelah tahu jenis kelamin sang baby, saya mulai semangat mencari nama bayi perempuan. Dahulu ketika Razka murni yang kasih nama ayahnya. Sampai ayahnya berkreasi untuk mendapatkan nama hasil gabungan nama saya dan suami, jadilah Alkiano. hehehee...Seharian googling dan alhamdulillah dapat nama yang cocok, langsung deh lapor suami dan suami suka. Yang terpenting dalam memberi nama untuk anak adalah nama yang baik-baik, bermakna baik karena merupakan bagian dari doa. Tentunya ada aturan lain dalam memberi nama untuk anak dalam Islam, bisa googling ya. (saya kebanyakan googling, baca sana sini, klo udah baca closed, closed, jadi gak bisa kasih link deh. huhuhuu).

Saya kira pun anak kedua ini tidak sebanyak perlengkapan bayi yang akan dibeli, tapi ternyata ketika di-list banyak juga, huhuhuuuuu...:D
1. baby stroller ----> memang sih ketika Razka lahir, saya gak beli stroller karena dapat pinjaman dari kakak tapi ketika kakak saya lahiran juga, strollernya dibalikin deh :p. Kemudian dapat hadiah stroller buat Razka, namun rodanya sudah tidak bisa manuver bebas akibat sering buat mainan ama Razka dan ponakan yang udah gede-gede. #hadeh
2. Breastpump ------> saya punya BP medela harmony (manual), saya cukup puas dengan BP satu ini terbukti 1,5 tahun pake ini dan mendukung ASIP yang banyak untuk razka karena nyaman, tuas ringan, tidak sakit daya hisapnya, sparepartnya tidak terlalu banyak dan ringkes. Dahulu bisa dibilang saya terlalu mengeksploitasi BP tersebut hingga akhirnya robek panjang pada bagian diafragma BP tersebut. Jelas sangat mengurangi daya hisap hingga akhirnya benar-benar tidak ada daya hisap, saya memcoba mencari sparepart tersebut offline atau online semua jawabanya sedang kosong. Terpaksa saya menghentikan ritual pumping di kantor. Saat itu juga Razka hanya menghabiskan ASIP yang tersimpan di freezer dan mulai saya berikan susu UHT. Alhamdulillah ia suka dan tak bermasalah dgn pencernaan.
Dapat review dari teman ada merk BP Spectra Baby made in Korea yang katanya juga nyaman, gak sakit dan gak berisik. Kita juga bisa Free Trial sebelum membeli, bagi yang berminat free trial atau sewa BP Spectra baby bisa lihat infonya disini ya www.spectrababy.co.id Tapi kok lihat harganya yang elektrik mahal yak. huhuuhuu...
Karena memang udah jatuh cinta ama Medela Harmony setiap saya ke Toko Perlengkapan Baby pasti menanyakan sparepart itu, atau bisa juga telpon ke Medela Customer Care : wilayah Jakarta 021 4522249, 021 45846977-78. Saya pernah beberapa kali telpon tapi hasilnya nihil pantas saja kalau di beberapa store baby kosong. Harga BP medela harmony sekarang sudah naik jadi 550rb di Dunia Toys ITC Cempaka Mas, 2 tahun yang lalu beli 450rb. Naiknya lumayan yak, huhuhuu, klo gak ngebandingi bukan buibu namanya :p.
3. Sprei waterproof Javan ----> wajib punya untuk anak kedua ini pengalaman pake perlak bayi, ternyata tetap saja kasur kena ompol di sisi lain, karena Razka tidak betah tidur dialaskan perlak dan posisi tidur razka yang tidak beraturan (perlak dimana, orgnya dimana). Makanya untuk anak kedua ini wajib pake sprei waterproof dan teman2 merekomendasikan merk Javan karena tidak panas, kasur tetap awet, tidak bocor walau sudah dicuci, karena warnanya putih paling jadi banyak noda2 coklat bekas ompol di Javan tapi gak masalah karena kan ditutupin lagi oleh sprei biasa. So, saya beli ini di Fany Baby ITC kuningan ukuran 200cm seharga 380rb. Pernah survei di toko lain hargnya di atas 400rb untuk ukuran 200. Survei online ada yang 10-20rb lebih murah + ongkir ya beda tipislah. :D
4. APA LAGI YA.....:D, intinya tetep gak tahan mau beli-beli baby stuffs yang lucu2, imut2, dan pinky2. InsyaAllah ^_^

Selasa, 11 Februari 2014

Proses Menyapih Razka

Tanggal 27 Januari 2014 alhamdulillah Razka genap 2 tahun bersamaan dengan proses penyapihan Razka. Ternyata benar kata ibu-ibu di forum, proses penyapihan adalah proses yang mengharukan. Keikhlasan dan rasa tega memang sangat berperan dalam proses penyapihan. Beberapa malam ia tidur begitu rewel dan gelisah. 
Razka : "Bunda, mimi" (sambil buka-buka baju saya)
Saya : " Mimi bunda sudah habis sayang, minum air putih ya"
Razka.....(menangis langsung panggil2 eyangnya, sudah capek? tidur deh), begini keadaan malam-malam selama proses penyapihan. Pernah suatu malam, saya gak tega dan hampir memberikannya lagi, tapi ayahnya langsung bisiki Razka kalau mimi bundanya sudah habis. Alhamdulillah ia mengerti dan berkata "mimi bunda habis", then? langsung bobok lagi. (ajaib banget, ia mulai ngerti dan nurut #tariknafaslega )

Malam-malam berikutnya pun ia sudah tidak minta menyusui lagi. Kalau teringat menyusui, ia langsung berkata "mimi bunda habis". Hingga sekarang pun ia suka bilang mimi bunda habis. Mungkin kalimat itu yang ia ingat dan mengerti. Terkadang ia suka berpura-pura mendekap pada saya dan menempelkan mulutnya..."mimi bunda habis" sambil tersenyum. hihihii...alhamdulillah kamu sudah ikhlas ya nak, proses memberikan pengertian penyapih untuk razka hanya butuh 1 minggu. Akan tetapi, setelah dalam waktu satu minggu itu ia tiba-tiba demam. Demam yang tidak diawali batuk pilek, luka atau apapun. Tiga hari ia demam, dengan kisaran suhu 38 - 39,8 derajat. Di hari keempat Razka demam, saya bawa ia ke RS karena kuatir akan penyakit DBD yang sedang mewabah. Razka termasuk anak yang histeris diperiksa dokter, ketika diperiksa suhu dan BB di meja suster pun ia membuat kehebohan, setiap mata tertuju pada kami yang memcoba membujuknya. Hal yang sama pun terjadi di dalam ruang periksa dokter. Padahal di dalam ruangan dokter anak tersebut banyak mainan mobil-mobilan dan wallpaper karakter anak. Tetap saja ia nangis kejer hingga dokter kesulitan memeriksa seluruh tubuhnya. :) #anakpintar

Kesimpulan dokter pun, ia tidak bisa mendiagnosa apapun karena tidak ada pilek, batuk, area mulut pun tidak ada keluhan (sariawan), bercak-bercak merah pun tak ada, semua tubuh terlihat normal. Hingga dokter meminta saya untuk observasi dalam 1 hari lagi jika masih demam, lusanya di cek lab untuk mengetahui lebih lanjut. Kemudian kami pulang dengan membawa obat parasetamol dan antivirus. Berdoa semoga hari esok demamnya sudah hilang. Alhamdulillah, keesokannya pun ia sudah berkurang demamnya dan nafsu makan kembali normal. *mungkin ia terkena roseola infantum, tapi tak keluar becak merah :), mungkin ia kangen dengan ritual mimi, mungkin ia mau tambah pintar, ah yasudahlah yg terpenting ia sudah sembuh dan sehat :D.

Seminggu ia sembuh dari demam dan ternyata ia demam tinggi lagi T_T, gejalanya sama seperti sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mengawali ia demam. Kenapa lagi ini? tetep yang dikuatirkan DBD karena di sekitar rumah sudah ada 2 org yang terkena DBD. Observasi hingga 3-4 hari kedepan. Hari keempat demam pun hilang dan muncul bercak merah roseola infantum. #phuff sedikit lega, kalau eyangnya bilang sakit tampak. Sudah ya nak, jangan mengejutkan dengan demam lagi. hihihihi *doanya orangtua kan gituh. hehehhee.

#Proses penyapihan yang tidak terlalu lama walaupun mengharukan diikuti dengan sakit demam, semoga bunda dan Razka sama-sama ikhlas dan bahagia ya, karena 4 bulan kedepan bunda punya pe-er lagi untuk menyusui adik Razka, insha Allah. Love you Razka dan #babyL yang masih dalam kandungan bunda, Insha Allah :*

Senin, 18 November 2013

Anugerah Terindah (again)

18 November is my birthday and Allah give me (us) a beautiful gift (again). Yes, i'm pregnant. ^_^

Senang? of course!!! Tanda-tanda hamil satu per satu muncul begitupula dikuatkan dengan feeling si ayah kalau istrinya "kayak" sedang hamil. Tanda-tanda kehamilan paling mudah dikenali (tentunya) adalah terlambatnya haid hingga tidak terjadi haid. Saya termasuk wanita yang mempunyai siklus haid tidak teratur tiap bulannya. Bisa jadi mundur atau maju dari bulan sebelumnya. Oleh karena itu, ketika saya "terlambat" 3 hari dari HPHT (hari pertama haid terakhir), saya santai-santai aja dunk alias cuek. hehehe.. Tiga hari berlalu, empat hari berlalu, lima hari berlalu, seminggu berlalu, dua minggu berlalu, masih anteng gak mau testpack. Di suatu pagi kasih kabar ke suami kalau perut mual, mau muntah, kepala pusing, badan lemes, mulut berair, padahal kondisi sebelumnya saya baik-baik saja, apalagi selesai sarapan pagi di kantor. Oooo...ada apakah ini? kalau perut mual dan kepala pusing belum makan, itu wajar, saya banget :P. Tapi ini sehabis makan kenyang dan kondisi badan fit. Feeling "hamil" makin kuat donk. Uhuyyy...ge'er deh #makanya gak mau minum obat :p

Tanda berikutnya, perut gak bisa ditahan bo! Biasanya walaupun "agak" buncit, ya masih bisa ditahan kalau mau photoshoot, fitting baju, wawancara, hohoohoo macam arteess aja. :p Biar terlihat perut langsing nan rata. :p..dasar ibuibu, aerobic iya, makan pun tetep banyak :D, ehh ehh maklum masih busui neh, napsu makan stabil (alias gak turun-turun) :P. Sesuai dengan perintah Allah SWT, mau menyapih Razka nanti ketika ia berusia 2 tahun. Semoga tunai kewajiban kami ya nak, untuk memberikan ASI untukmu. Aamiin.

QS. Al-Baqarah ayat 233:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ

Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 

Tanda-tanda lainnya terasa lagi ketika pergi jalan-jalan ke Bogor dengan Razka dan keponakan-keponakan saya, disaat hendak mau makan siang tiba-tiba perut sakit dan badan dingin. Alhasil gak nafsu makan, padahal (lagi-lagi) sebelumnya saya baik-baik aja dan merasa fit & happy karena kita pergi ke Bogor naik commuterline bersama keluarga. Jadinya dipijat-pijat dahulu ama mama dengan balsem andalannya yang selalu dibawa kemana-mana. Mhmm..itu sangat membantu banget, badan jadi hangat. Gak enak donk lagi jalan-jalan masa' tepar. huhuhuhuu. Alhamdulillah ada area bermain di Resto Deu Leuit Bogor tersebut jadi Razka anteng main di sana dengan sodaranya, tentu dijagain si ayah. huhuhuuu..maaf ya Yah, belum bisa gantian jagain Razka bermain. Aku nya tepar. T_T. Thank you so much mommy. muah..muah..muahh... you always make me better. Kebanyakan tanda-tanda yang saya alami adalah tiba-tiba sakit yang berawal dari bagian perut dan alhamdulillah sembuhnya pun cepat. :D

Bermain dengan Neng Rara

Asik banget gayanya :) 
c'moon, lets go to Bogor by CL

Selain tiba-tiba sakit. Saya juga sering banget bersendawa (duh maaf ya, bagi yang sering melihat saya bersendawa, terutama suami sih. hihihii...maaakeun ya yah. ini bukan kuasa aku lho. hohohoo). Sering bolak balik kamar mandi a.k.a pipis. Hingga akhirnya sebelum si ayah dinas ke luar kota, dibelilah alat test kehamilan itu. Sepengetahuan dan seingat saya kalau positif hamil, waktu tespack bisa kapan saja, baik pagi-siang-sore-malam. Memang urine di pagi hari ketika bangun tidur memiliki kadar hormon HCG (Human chorionic gonadotropin) yang meningkat sehingga test kehamilan memiliki kadar keakuratan yang tinggi. Begitu sih kira-kira, ilmu hampir 2 tahun lebih masih nempel lah yak. hohohohoo. Kalau mau kenal lebih mendalam lagi apa itu HCG? bisa baca-baca disini ya. Semoga membantu ^_^.  Dan setelah sholat Isya, ditestlah dugaan-dugaan itu. Apakah benar saya hamil atau tidak? :) Ditemani oleh anak soleh, ayah yang melakukan testnya. Setelah menunggu hanya beberapa detik (kayaknya gak sampai 1 menit), alhamdulillah Bun..hasilnya dua garis. He said. :) ..#tariknapaslega senangnya seperti menunggu kehamilan Razka dahulu Alhamdulillah ya Allah, Engkau berikan kepada kami amanah lagi. InsyaAllah mohon bimbingan-Mu kami menjaga amanah-amanah-Mu ini dengan sebaik-baiknya jiwa dan raga ini. Aamiin. Kebahagiaan ini terulang kembali, terima kasih ya Allah. Berkahi selalu kehidupan pernikahan kami. :)

Harapan saya untuk Razka atas kehadiran adiknya, semoga ia semakin pintar dan bahagia. Aamiin. Ayah Bunda semakin sayang sama kamu nak, Razka. Kami sayang kalian, Razka dan calon adik Razka. We love you. 

Semoga kehamilan kedua ini lebih santai dalam menyikapi hal-hal yang hadir selama proses kehamilan. Aamiin. :)

Happy pregnant mommies in the world, you are a lucky woman. ^_^








Minggu, 27 Januari 2013

Happy Birthday 1st

Tanggal 27 Januari 2013, genap usia Razka 12 bulan atau 1 tahun. Tak ada acara spesial untuknya, alasan saya karena usianya 1 tahun belum begitu mengerti pada makna atau proses acara perayaan ulang tahun. Jadi saya pikir nanti sajalah, cukup doa dari orang-orang terdekatnya saja sudah mewakili kegembiraan saya tepatnya. hehehee.
Alhamdulillah bisa memberikan sesuatu mainan untuknya agar lancar berjalan (si puku learning walker, mainan ini bermanfaat banget, Razka jadi lancar berjalan walaupun masih mengandalkan alat itu, yaa lumayan  buat saya tak begitu capek ahhahahha, cukup mengawasi dan menyemangati ia belajar jalan, xixiixixix) dan juga mengabadikan tumbuh kembangnya dari 0-12 bulan melalui kumpulan foto-fotonya dibingkaikan dalam frame jadi terlihat indah. :D *dikitlebayyyy, tengkiu ya Om Irvan karyanya dia serta ide dan data dari saya :)
Buat bu ibu yang mau kasih kado spesial buat ulang tahun anak, anniversary pernikahan, dll, ide kado semacam ini bisa jadi pilihan lhooo. hehehheee. Monggo atuh, kalau mau dibuatkan bisa order @darknesART atau @irvansyah12 (twitter) :D

Tebak ada berapa foto disini. hehe

Di usianya yang sudah 12 bulan atau 1 tahun ini banyak banget perkembangan yang bikin saya WooW, ini anak pintar sekali, lucu, akalnya jalan, hebat. It's amazing deh. Berikut tumbuh kembangnya ketika usianya 12 bulan, ia sudah pintar apa saja ya? check yukkk :
1. Berat dan Tinggi Badan, Razka bukan type bayi yang gendut. Sebenarnya bisa ada keturunan gemuk dari Ayahnya (maaf ya ayah aku publish. ehehhee) tapi setelah diamati 12 bulan ini ia lebih mengikuti saya, tidak gendut walaupun makannya dan nyemilnya doyan banget :p. (ini persis 100% kayak saya.. :D). Data terakhir BB 9,5 kg, dan TB 75 cm (klo tinggi blom akurat neh masih data lama sekitar bulan Nov 2012)
2. Gigi, giginya kini sudah mau 8 gigi seri, yaitu 5 gigi seri atas dan 3 gigi seri bawah. Kebayang donk, klo gigit ketika nenen sakitnya seperti apa? hahahhahaha akiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttt.
3. Pola makan, makannya sejak usia 10 jalan 11 bulan ia sudah mau nasi biasa (bukan bubur). Sudah tak mau yang agak lembek-lembek, jadi hingga saat ini saya buatkan makanan untuknya berupa lauk dan sayur macam orang dewasa tapi versi bayi :p. Binggung gak? :D. Lauk biasanya saya buat ikan, daging ayam, tahu, tempe, kentang, ati ayam dipotong2 dadu kemudian dikukus saja. Sayurnya saya potong2 dadu/serut segala sayuran hijau, orange, putih, dll macam sayur soup tapi tanpa gula dan garam. Rasa dan aroma saya ambil dari kaldu ayam, sapi, bawang bombay, daun seledri, daun bawang saja. :)
4. Berjalan, Razka belum bisa berjalan sendiri tanpa pegangan. Namun, ia sudah pintar berjalan dan lihai kalau pakai alat mainan learning walker Puku. Terkadang tanpa sadar ia berdiri sendiri tanpa pegangan, lumayan lama kalau tidak diganggu (dikagetin) :D. Kalau duduk dan merangkang, mmhmmm itu dia udah expert lah. hehehehee
5. Berbicara, pandai ia berteriak, kata ayahnya anak pertama dan laki-laki harus penuh semangat dan percaya diri bun, jadilah selalu dibuat semangat dengan Ayahnya klo becanda, dengan salah satu cara teriak yeaaaayyyhhhhhhhh. hahhahaaa (mudah2an aja benar cara ini. hahahhahhaa). Fasih ucapkan kata mbah. :D
Ngocehnya hebat deh. :)
6. Motorik, pandai ia bertepuk tangan, berjoget dan menggoyangkan tangan jika dengan lagu, pegang benda sudah cihuyyy (oke), makan cemilan (buah, biskuit, dll) sendiri, minum sendiri dengan botol minum macam p*gion mag-mag, kedip2kan kedua mata kalau ada sesuatu yang menurutnya geli (pegang bulu boneka, bulu jaket, yang berbulu-bulu), membuka baju saya kalau ia mau mimik :D.
7. ASI, mimik ASI nya sudah tentu berkurang sejak ia mulai makan atau nyemil. Tapi tetap dijadwalkan 3-4 kali mimik ASIP @100ml kalau saya pergi kerja. Klo saya bersamanya, tentu sesukanya. Setelah 1 tahun mau kasih susu tambahan? mmhmmmm....belum kepikiran sih, tapi tak menutup kemungkinan karena usianya yang sudah besar. Paling tidak jika saya buatkan makanan/cemilan untuknya yang membutuhkan susu, saya tidak ragu untuk memberikannya, karena Razka pun tak ada riwayat alergi.
Ngomong-ngomong soal ASI, ini saya tampilkan sertifikat S2 ASI Razka, bukti kebanggaan saya sebagai ibu terhadap anaknya. :D



Razka bersama budehnya di Telaga Sampiruen Bintaro :)



Semoga apa yang saya ceritakan disini dapat bermanfaat buat pembaca, oia yang perlu saya garis besarkan adalah bahwa Tumbuh Kembang Setiap Anak itu Berbeda, Tak Bisa Kita Samakan, Syukuri dan Pahami Selalu Setiap Perkembangannya. :)

Salam ^_^ :)

Selasa, 08 Januari 2013

Tugas Kantor VS Menyusui


Konsekuensi seorang ibu yang bekerja adalah menginggalkan anak di rumah dengan orang tua/pengasuh kurang lebih selama 8 jam dalam sehari. Dikhususkan lagi bagi ibu yang masih dalam tahap menyusui anaknya hingga 2 tahun, ia harus pintar-pintar mencari waktu untuk pumping di kantor demi kebutuhan minum ASIP dan kestabilan kuantitas ASI ketika tidak bersama bayi. Sudah hampir 12 bulan saya menjalani itu secara mulus, bisa dibilang sukses menyusui dan pumping. Hingga tiba saatnya ketika saya harus ditugaskan dari kantor untuk keluar kota selama beberapa hari. Bingung seketika itu juga. Selama hanpir 12 bulan, saya belum pernah meninggalkan anak kecuali hari kerja dan jam kerja biasa. Setiap malam saya ada bersamanya, menyusui ketika ia mulai gelisah ingin tidur, terbangun dan menyusui kembali karena anak ingin menyusui di sela-sela waktu tidurnya, dan itu terjadi sebanyak 1-4 kali menyusui sepanjang malam. Tak terbayangkan jika saya tidak ada di sampingnya pada saat malam hari.

Keinginan kuat untuk menyusuinya hingga 2 tahun sudah tertanam ketika saya mulai memutuskan untuk menikah dan mempunyai anak kelak. Belajar dari pengalaman saya pribadi masa kecil, ibu saya menyusui saya hingga usia 2 tahun lebih, tepatnya hingga saya berusia 5 tahun. Kehebatan Air Susu Ibu itu sungguh besar saya rasakan hingga saat ini. Saya tidak jarang sakit, kalau sakit hanya sakit batuk, flu biasa tanpa penanganan medis yang signifikan. Bisa dibilang daya tahan tubuh saya kuat dan saya yakin itu karena ASI yang ibu saya berikan. Dari akademis pun, saya tidak mengecewakan. Pengalaman masa kecil itulah yang akan saya terapkan pada anak-anak saya kelak. 

Ketika dilema seorang working mom datang, saya harus memilih antara tugas kantor atau menyusui. Tentu sudah bisa saya bayangkan situasi dan kondisi seperti apa ketika tugas kantor di luar kota, waktu yang ada pun tidak se-fleksible ketika saya berada di kantor. Waktu pumping pun akan terganggu dan tentu yang sangat berat adalah ketika di malam hari saya tidak ada disampingnya. Mungkin ada sebagian orang yang akan berkata "kan bisa dikasih ASI pakai botol dot ketika tidur di malam hari". Yup! mungkin pula sebagian orang berhasil dengan cara itu, tapi tidak dengan anak saya. Ia tidak menyukai media dot sejak usianya 6 bulan, jadi ketika saya bekerja, ia meminum ASIP dengan media cup feeder/gelas. 

Dan saya memilih untuk tidak menerima tugas kantor di luar kota dengan segala pertimbangan dan konsekuensi. Bagi saya, menyusui adalah moment terindah yang Allah berikan kepada seorang ibu dan saya tidak akan menyia-siakan itu. Moment itu pun hanya berlangsung selama 2 tahun dan tentu pengalaman menyusui anak satu dengan yang lainnya sungguh berbeda. Maka apa yang sungguhnya masih menjadi rencana manusia masih belum pasti sedangkan apa yang sudah menjadi ketentuan Allah SWT adalah pasti.  Sebagaimana QS. Al Baqarah Ayat 233 :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ

Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.