Selasa, 28 Juni 2016

Pertama di Tahun 2016

Bisa dikatakan ini postingan pertama saya di tahun 2016. Lama sekali yaaa....ini sudah mau masuki bulan Juli 2016. Setengah tahunnya 2016. hehehe ^_^

Kesibukan di kantor membuat saya jarang bercerita di sini, terkadang tengok web ini pun bisa dihitung jari dalam setahun. Lihat postingan terakhir di bulan Juli tahun lalu artinya sudah hampir setahun saya tidak mengisi blog ini. 

Akhir tahun 2015 saya pindah bagian dimana volume kerjaan lebih hectic dan lebih banyak mengharuskan saya dinas keluar kota setiap minggunya. Perubahan pola kerja ini cukup membuat saya kaget karena komitmen kerja di bagian terdahulu sebisa mungkin saya tidak akan dinas keluar kota dengan alasan anak-anak, tidak bisa saya terapkan. Pola kerja yang mengharuskan setiap minggunya berpindah dari satu daerah ke daerah lain, awalnya terlihat menyenangkan karena bisa terbang dalam sebulan 4-6 kali. Akan tetapi,  lama kelamaan saya merasakan capek yang amat sangat. Terlebih waktu buat suami dan anak-anak menjadi berkurang jauh. 

Memasuki bulan Ramadhan cukup membuat lega setidaknya 2 minggu terakhir sebelum Lebaran, jadwal kegiatan di kantor sudah berkurang 70%, artinya bisa relax, bisa browse, bisa baca2 bloger2 lain, dst. Karena kalau sudah padat kegiatan, datang pagi langsung berkutat dengan segala persiapan kegiatan di luar kota mulai dari proses administrasi, konfirmasi, teknis, jadwal penerbangan, persiapan rapat, dst. Ahhh...rindunya masa-masa relax seperti ini. hehehe. Alhamdulillah Ramadhan datang.

Datang dan pergi. Ramadhan datang dan pasti akan berakhir, itu artinya akan datang hari Raya Idul Fitri. Sedih rasanya jika Ramadhan sudah berlalu, karena menurut saya Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial. Jam pulang kerja dipercepat 1,5 jam, bisa tiap hari pp bareng ama suami, lebih intens beribadah jamaah ama suami dan anak-anak, badan terasa lebih langsing tentunya (hehehe), mudik, kumpul dengan keluarga lebih banyak, libur lebaran, dan yang pasti ditunggu2 adalah te-ha-er hehehe, tunjangan hari raya. Dapat atau tidak, sedikit atau banyak, apapun itu kita syukuri. :)

Semoga setelah ini saya bisa konsisten menulis lagi, apapun itu yang bisa saya share. 
Semoga pula amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini menjadi pahala.
Dan Insya Allah jika masih diberikan panjang umur dan kesehatan jasmani rohani, kita dipertemukan kembali pada Ramadhan tahun yang akan datang.
Terima ucapan mohon maaf lahir batin saya untuk semuanya ya.
MOHON MAAF LAHIR BATIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 HIJRIAH.



source picture: google




Selasa, 28 Juli 2015

Mercure Setiabudi Bandung

Masih suasana Syawal, saya mau mengucapkan :

TAQABALLAHU MINNA WA MINKU
MOHON MAAF LAHIR BATIN

InsyaAllah jika panjang umur kita dapat dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan barakah. Saya sendiri sangat bersemangat dan antusias di bulan Ramadhan, mudah-mudahan ibadah tetap istiqomah setelah Ramadhan ini. Aamiin.

Sudah hampir 3 tahun saya dan suami ga mudik lebaran, terakhirnya mudik macet parah jadi saya agak kapok kalau mudik di musim lebaran. Apalagi sekarang sudah punya baby dan balita, duh kebayangnya mereka ga betah karena mobil stuck di tempat. Jadi libur lebaran tahun ini saya dan suami mengajak anak-anak ke Bandung. Kami menginap di Mercure Hotel Setiabudi, Bandung. Reservasi sebulan kurang dari tanggal check in di tiket.com. Pas kebetulan ada promo reservasi semua hotel di tiket.com, per malam saya dapat harga 1,1jt include breakfast. Sedangkan ketika saya melihat rate-nya saat itu harga termurah 1,7jt. Woow fantastic banget kan?

Setelah halal bi halal dengan keluarga, H+3 kami menuju Bandung jam 7 pagi, alhamdulillah normal perjalanan 2 jam. Walaupun kembalinya berbarengan dengan arus balik jadi kami kena imbas tak bergerak di sekitar daerah Purwakarta menuju Karawang. Perjalanan Bandung-Jakarta ditempuh 6 jam, alhamdulillahnya anak-anak ga rewel, saya pun tidak merasakan capek, happy aja. hehe..

Kenapa saya pilih Mercure Hotel Setiabudi? alasan paling utama karena kolam renangnya hangat. Tepatnya lebih mending daripada kolam renang air biasa yang kebayang dinginnya kalau menyemplung. Razka type anak yang ga kuat mandi air dingin, jadi klo berenang hanya sebentar. Sedangkan menurut saya sayang kalau renang hanya sebentar. Dan disana dia gak minta udahan kecuali kami yang menyudahi. Dia terlihat asik berenang sana sini dengan pelampung yang masih kegedeaan kalau saya bilang. hehe.. Kalau Luna awalnya nangis, lama-kelamaan gak mau dipegangin saudara-saudara, dia mau muter-muter asik dengan pelampung ban di kepalanya. :D
Alasan kedua, karena memang niat hanya liburan di hotel saja, tidak kemana-mana maka kami pilih hotel yang agak bagusan. Memang Mercure ini terbilang hotel yang masih bagus. Disana ada tempat untuk bermain anak, anak-anak laki bisa main playstation. Sistem breafast di sana pun 2 orang (ayah ibu) sudah termasuk dengan 2 orang anak, info yang kami tanya tidak ada batasan umur untuk si anak. Woww ...lumayan hemat bukan? 

Overall puas menginap di Mercure Hotel Setiabudi Bandung, saran saya jika sudah merencanakan liburan, lebih baik reservasi jauh2 hari untuk dapat harga murah (syukur2 pas barengan ada promo ya, happynya double. hehe). See u on next vacation, because vacation is vitamin, right? :D























Happy holiday happy people

Rabu, 17 Juni 2015

Playdough/Lilin-lilinan Buatan Rumah

Tutorial buat playdough sendiri di rumah bertebaran di sosmed membuat saya gemes untuk mencobanya di rumah dan wiken kemarin menjadwalkan "buat playdough sendiri". Razka dan ayahnya pun antusias membantu, begitupula si kecil, dedek luna ikutan kotor-kotoran buat playdough.Alhamdulillah berhasil. yeay...seneng donk?pasti. karena selain buat playdough saya pun membuat cat air sendiri tapi sayang gagal T_T. Its oke lah yang penting satu berhasil.

Banyak banget resep buat playdough dishare oleh teman-teman di sosmed, tapi saya pakai resep yang satu ini, check it out.

Resep Buat Playdough/Lilin-lilinan di Rumah
Bahan:
250 gram tepung terigu
125 gram garam
2 gelas air
50 ml minyak goreng
Pewarna makanan

Cara buat:
1. Campur tepung, garam dan air, aduk hingga rata/ulenin membentuk adonan
2. Campur sedikit-dikit minyak goreng ke adonan tadi, ulenin kembali hingga menyatu
3. Bagi adonan menjadi beberapa sesuai warna
4. Tetes pewarna makanan ke adonan tersebut
5. Ulenin kembali hingga berwarna.
6. Selesai. ^_^

Bahan-bahan playdough

Tahap pembuatan playdough

sudah jadiiii..lets play and fun!

Gampang bukan? bisa buat bersama keluarga di rumah. yeay.
Selamat mencoba!


Selasa, 12 Mei 2015

Miniatur Kereta Api & De Ranch Lembang


Assalamualaikum wr. wb. 

Jangan lupa kalau isi bensi ke SPBU Pertamina yaaa...:D

Alhamdulillah tepat banget milih waktu minggu kemarin untuk ke Bandung dan sekitarnya, jalanan dari Jakarta menuju Bandung sangat lancar, begitupula di Bandung dan sekitar. Kemana-mana pun terasa dekat. hehehe...#tips nih yang mau liburan ke Bandung ga mau macet adalah pilih weekend dimana sebelumnya ada longweekend dan minggu berikutnya adalah longweekend lagi. hehehe

Dari Jakarta langsung menuju tempat yang dituju  pertama yaitu mengunjungi miniatur kereta api di Floating Market Lembang. Pilihan liburan ke sana karena Razka, anak sulung sangat antusias dengan yang namanya kereta api dan kuda, nah di Lembang ini semua yang kita mau kunjungi ada. Lagipula memang belum pernah ke floating market jadi saya pun ikut antusias. hehe.

Dari kota Bandung, suami lebih memilih rute lewat Dago ke Lembang, rute pilihan untuk menghindari macet. Saya pun merasa cepat jika lewat dago menuju lembang, apalagi tidak macet, tambah semakin cepat donk yak.. ahhh liburan semakin happy deh, tidak ada macet-macetan. :p.

Tiket masuk floating market 15rb/orng dan 15/mobil. Kemudian tiket bisa ditukar dengan minuman berupa milo, nescafe, atau lemontea yang seharga 10rb. So murah donk yaaaa klo bawa banyak anggota keluarga lainnyaa. Kesan pertama masuk ke dalam, ahhh sejuk nan damai nan adem. Suasananya pas banget yaa, ahh pasti kalian sudah taulah yaaa...sudah duluan ke floating market daripada saya. Maklum saya belum kekinian orangnya. hehehe...#lupakan :D

Langsung donk ke tujuan utama miniatur kereta api tanpa basa-basi dengan makanan-makanan di pasar apungnya yang sudah melambai-lambai, berhubung sudah makan di daerah Punclut jadi kita tidak begitu tergoda donk. Apalagi lihat di situasi di pasar apungnya banyak orang makan dan cukup sesak, makin semangat donk menuju miniatur kereta apinya.

Tiket masuk miniatur kereta api 15rb/orang, anak usia 2 tahun ke atas bayar ya. Disinilah tempat terlama selama di floating market, Razka begitu senang dan berlari ke sana sini mengejar kereta api yang berjalan. Ketika saya kesana ada 4 kereta api yang dijalankan, jadi anak-anakpun sayang senang, seolah-olahnya nyata. Jangankan mereka, saya pun senang lihatnya. hehe...

Lihat pemandangan yang keren begini sayang donk ya klo gak ikutan eksis poto-poto ;p

Disini saya cukup mengawasi Razka dari kejauhan, tempatnya cukup aman buat ia lari-lari kejar kereta api. Kebetulan tidak begitu ramai disini, atau mungkin orang malas masuk ke sini karena bayar tiket lagi. Atau mereka sudah duluan masuk ke rumah "hobbit" alias rumah kelinci. :D


Ini nih bocah yang happy banget di miniatur kereta api 
Kereta Api Pos Indonesia..tutttuuutttttuuttt...

Setelah puas di miniatur kereta api, plan selanjutnya adalah de Ranch karena Razka sudah menagih mana kudanya ayah? :D Meluncurlah kami ke De Ranch yang hanya butuh waktu 10 menit kurang saya rasa, karena dekat dan tidak macet. Oia floating market tutup hingga jam 8 malam di weekend sedangkan De Ranch tutup jam 6 sore alldays. Satu jam saja di de ranch sudah cukup membuat Razka antusias menceritakan bahwa dia berani naik kuda. Lupa! tiket masuk De Ranch 8rb/orang ya naik, terakhirnya sebelumnya hanya 5rb/rb. Udah pernah cerita juga sih di blog ini, cerita pengalaman pertama ke de ranch, scroll aja ya klo mau baca. hehehe.. Tak lupa donk tuker tiket dengan susu sapi segar rasa strawberry. Setelah semua sholat Magrib di De Ranch, kembalilah kami ke kota Bandung untuk menginap di mess kantor yang sudah dipesan. Jalanan Bandung sangat bersahabat, ah senangnyaaa...Sabtu weekend kemarin di tutup dengan makan malam di HDL Cilaki. Terima kasih ya Allah for our holiday. Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..



Jembatan kereta api 

Rumah siapa itu ya?

Kakaknya susah banget suruh foto, kejar-kejar kereta mulu. Jadi kita bertiga aja deh fotonya

Ikutin kemana pun si kereta jalan 

Baterainya habis, diganti dulu

Tau donk jembatan kereta api Bandung ini, ada lho di miniatur kereta api 

Ikutin kereta terus 


Wow ada giant di negeri liliput..hahahha

Pissss dulu ahhh..ama adek luna


ini si cantik , seneng banget diturunin dari stroller..hihih

Pindah spot ke De Ranch setelah puas di Floating Market 

Kuda

Gayanya keren banget si kaa

Pemandangannya hijau semua, udaranya segar banget, perfect!

Razka si pemberani

Oia ini minggu pagi di kota Bandung, sempetin jalan-jalan pagi ke lapangan Gasibu, rame banget di sana dengan orang-orang olahraga , ada pula yang Zumba, jadi pingin ikutan donk, seru rame..:D. Setelah dari lapang Gasibu lanjut jalan kaki ke bubur ayam H. Mang Oyo, favorite bubur ayam kalau ke Bandung. Per porsi mulai dari 15rb/orang.


Jalan pagi dengan muka bantal 

Bunganya minta dibawa pulang nih :p

ada yang happy dibeliin mainan ama uwa nya...:D

Bunda tolonggg aku dimasukin ke keranjang ama kk evan


Sekian, semoga bisa jadi referensi selamat berlibur yaaa happy family.
Terima kasih.
Waalaikumsalam wr. wb. 


Kamis, 18 Desember 2014

Proses Melahirkan Anak Kedua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah bisa mampir lagi disini, kangen banget rasanya nge-blog. Dulu selalu punya niat mau cerita proses kehamilan anak kedua hingga tuntas seperti kehamilan Razka dahulu tapi ternyata terhenti cukup lama. ^_^. Oke, bismillah saya mau berbagi pengalaman proses melahirkan anak kedua, yang menurut saya sangat jauh berbeda dengan proses melahirkan Razka. Berawal dari proses kehamilan yang benar-benar menjaga asupan makanan supaya si baby tidak gendut di dalam hingga usaha memberdayakan diri (salah satunya prenatal yoga) supaya hasil akhirnya nanti bisa melahirkan dengan alami/normal. Tapi ternyata Allah berkehendak berbeda, anak kedua pun lahir dengan proses Sectio Ceasarae. Padahal jarak umur dari anak pertama, mata, dan segala sesuatunya sudah menunjang untuk melahirkan dengan normal. Tetapi apapun prosesnya saya sangat bersyukur atas kelahiran putri kedua saya yang sehat, cantik nan solehah. Aamiin Ya Allah.

Tanggal 20 Juni 2014 saya mengalami flek, yang katanya itu salah satu tanda kelahiran akan dekat, kemudian saya menghubungi obgyn dan diminta untuk segera ke RS untuk dilakukan check up. Tiga hari 2 malam saya rawat inap di salah satu RS swasta di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, disana saya diobservasi apakah tanda kelahiran akan lebih dekat dan ternyata tidak! Selama dalam waktu 3 hari pembukaan persalinan stuck diangka 2 (dua), kontraksi pun datang belum teratur dan belum terlalu kuat hingga akhirnya tanggal 22 malam saya diijinkan untuk pulang.

Tanggal 1 Juli 2013 jam 19.00 malam saya mengalami kontraksi yang mulai teratur dan kuat selama 5 menit sekali. Ingat betul malam itu suami sedang sholat Tarawih dengan Razka, anak pertama saya. Saya masih bisa memberdayakan diri atas kontraksi itu sampai menunggu suami pulang Tarawih. Sepulangnya ia dari masjid jam 21.00, saya pun menceritakan kondisi kontraksi yang semakin kuat. Suami pun menawarkan untuk segera ke RS, tetapi saya terus menunda entah kenapa feeling untuk ke RS belum terlalu kuat. hehehe... Hingga akhirnya pukul 00.00 menjelang tanggal 2 Juli 2014 kami memutuskan untuk ke RS. Dengan meninggalkan Razka yang sedang tidur pulas pada eyangnya. Setelah pamitan dan mohon doa pada ibu mertua, saya dan suami pun meluncur berdua ke RS tengah malam, tentu jalanan sepi dan sangat lancar, dari rumah kami di daerah Cipayung Jakarta Timur hingga Pamulang, Tangerang Selatan hanya ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit. Pada masanya kontraksi datang pada saat perjalanan menuju RS, saya berusaha untuk kalem dan tetep berdoa dimudahkan persalinan.

Sesampainya di RS, saya segera diobservasi dengan CTG dan dilakukan VT (cek pembukaan) dan ternyata jarak waktu seminggu sejak flek rawat inap lalu hanya meningkat 1 angkat. OOhh..ya Allah. Lama banget rasanya meningkatnya pembukaan ini, padahal udah pelvic rocking tiada henti supaya tambah pembukaan. T_T. Sedih! Kemudian saya pun diminta untuk menempati ruang bersalin agar mudah diobservasi. Selama menunggu waktu agar persalinan semakin datang, saya tidak bisa tidur karena kontraksi semakin kuat, tak jarang selalu minta dipijat daerah pinggang pada suami kala kontraksi datang. Terlihat suami yang kelelahan menemani saya karena tidak ada yang menggantikan. Atas permintaan saya agar proses ini hanya saya dan suami yang lalui, biarkan orang tua mendoakan dan menunggu kabar saja di rumah. Menjelang jam setengah lima pagi saya pun di VT kembali dan pembukaan naik satu angka, 4. Oke! Kita tunggu lagi. Doa tak henti kepada Allah, terlebih ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah dan berkah.

Jam 10 pagi obgyn saya pun akhirnya datang, dia pun melakukan VT secara langsung dan (lagi) (lagi) pembukaan masih sama diangka 4, kontraksi pun masih sama 5-3 menit sekali. (lagi) (lagi) oke kita tunggu. Saya pun masih enjoy menikmati kontraksi itu dan suami pun masih sabar menemani saya walapun sering dijutekin, diremes tangannya dikala kontaksi datang. Terima kasih ya Allah akhirnya saya merasakan kontraksi proses persalinan, mengingat dahulu ketika Razka kelahirannya dilakukan sebelum tanda-tanda persalinan alami datang. Bersyukur dan sedih teringat perjuangan mama melahirkan saya dulu, mengingat perjuangan ibu melahirkan suami saya, mengingat perjuangan kakak-kakak saya melahirkan ponakan-ponakan saya dengan proses normal, mengingat ibu-ibu di luar sana yang berjuangan melahirkan dengan normal. Nikmat rasa sakitnya tiada dua, daerah pinggang ke bawah rasanya seperti ingin lepas dari tubuh. hahahhaha...#lebay ya tapi ini fakta lho. hehehe...

Jam 4 sore pun diobservasi kembali, ternyata pembukaan naik diangka 5-6. Kemudian saya diprisma (pup dikeluarkan semua/anus dikosongkan) agar kepala bayi semakin mudah turun ke jalan lahir. Jadi perkiraan dokter pembukaan 6 ke 10 akan cepat, diperkirakan 4 jam kedepan akan lahir. Setelah diprisma dan saya pun minta ganti baju yang baru. Sejam setelah diprisma saya merasa aneh karena kontraksi semakin mundur, semakin 10-15 menit sekali, bertambah jam setengah jam sekali, menjadi sejam sekali, di VT pun pembukaan stuck diangka itu. Dokter saja bingung apalagi saya. ;( Menurutny setelah diprisma pembukaan semakin banyak dan kelahiran semakin dekat. Hingga pukul 12 malam menjelang tanggal 3 Juli 2014 dokter pun menelepon saya, dia menjelaskan kepada saya, saya pun berargumen padanya ketika opsi ceasar keluar dari ucapannya, ahhh...rasanya bagai tersambar petir. Seketika suara menjadi terbata-bata dan air mata menetes. Sc lagi? operasi lagi? mau normal, gimana ini? pindah RS? pindah dokter? klo ada apa2 gimana? terutama klo bayi aku kenapa2 gimana? pihak RS tentu menyerakan sepenuhnya pada saya dan suami, dokterpun minta saya buat pernyataan jika saya maksa pulang. Jam 01.00 malam, saya pun berniat mau menghubungi guru prenatal yoga saya untuk konsultasi kondisi saya tapi saya sadar bahwa ini sudah tengah malam, pastilah beliau sudah tidur, karena saya coba whatssapp saat itu juga belum direspon. Wanna say...mba Diana terima kasih ya atas segala sharing ilmu dll. Malam itu mungkin Allah berkehendak lain.

Negosiasi untuk menunggu jam 12 siang tanggal 3 Juli 2014 pun gagal, obgyn saya  memberi waktu hingga jam 5 pagi untuk bayi segera dilahirkan. Bersyukur memiliki suami yang luar biasa bijaksana dan hebat menjadi penenang dan pereda isak tangis saya ditengah malam, menerima kenyataan bahwa saya akan dioperasi (again). Terima kasih Ayah, semoga Allah selalu menjadikanmu suami yang soleh, dihatimu selalu dipenuhi iman dan Islam, pembimbing kami (istri dan anak-anakmu) dunia dan akhirat, sehat jasmani rohani untuk kamu sayang. Malam itu pun saya berusaha tenang dan kalem ditengah-tengah rasa kontraksi yang masih datang 30 menit-1 jam sekali dengan kondisi emosional yang tidak stabil. Ya Allah kini doaku pun berubah pada Mu, semoga ini adalah rencana Mu, skenario terbaik dari Mu, takdir terindah untukku. Aku tahu rencana Mu lebih indah daripada rencana aku. Maka aku pasrahkan semuanya pada Mu.

Jam 5 pagi perawat dan bidan pun datang untuk menjemput saya menuju ruang operasi. Terlihat di depan ruang operasi sudah ada mama tercinta, air mata pun mengalir dan langsung memeluk mama ku tersayang. Beliau begitu semangat dan memberikan ku support. Ya Allah jaga selalu mama dan bapak ku, maafkan aku harus jauh darimu, dahulu kecil tak pernah terbayang akan pisah rumah seperti ini, tapi kenyataannya saya sudah berada di fase nikah dan berumah tangga bahkan sudah mau memiliki 2 orang anak. I Love you so much mama, bapak. Sehat selalu untuk kalian. Rasanya apapun tak ada balasannya untuk kalian hingga mau melahirkan pun saya masih merepotkanmu untuk datang pagi2 agar menemani ku dalam proses operasi SC. Keinginan melahirkan normal pun kandas, maka keinginan untuk melahirkan ditemani suami dan mama pun tak boleh kandas. hehehe....Love you Ayah, Mama. #mbrebesmili

Di ruang transit sebelum memasuki ruang operasi pun saya masih sesenggukan menangis. Tangis layaknya anak kecil yang diomelin habis-habisan, tak ada rasa malu, yang penting emosi saya lega dengan menangis. Perawat dan bidan pun berusaha menenangkan saya. Ini kondisi yang sangat berbeda, jauh berbeda ketika akan melahirkan Razka, dahulu ketika melahirkan Razka di ruang transit saya begitu tenang, enjoy, rilex dan tak sabar ketemu Razka kecil. hehehe.

 Lagi-lagi pikiran macam-macam membayangi saya mulai dari suntik tes alergi yang sakitnya aduhai bersamaan datangnya kontraksi, suntik anestesi di tulang sumsum, telanjang di hadapan pada medis, jika operasinya ini itu, ahhhh Ya Allah ampuni aku. T_T.  Isak tangispun terhenti ketika akan memasuki ruang operasi, agak lega ketika suami masih bisa melihat proses persalinan dari kaca besar, ia pun memakai baju steril dan berdiri dibalik kaca yang besar. Tak jarang selalu melihatnya selama proses berlangsung itu sudah membuatku lega. Lagi lagi mengulang proses operasi, suasana operasi, nafas yang berat, rasa kantuk dan lemes.

Alhamdulillah jam 05.38 tanggal 3 Juli 2014, Salsabiluna Aisha Quinnytri lahir dengan selamat dan sehat, dengan berat badan 3,6 kg, tinggi 51 cm. Persis banget jam kelahirannya kayak kakaknya, Razka. Apapun prosesnya nak, bunda senang dan bersyukur Luna lahir dengan selamat dan sehat, putri ayah bunda yang cantik nan solehah semoga Luna menjadi kebanggaan kami dan agama tentunya. I love you Luna sayang. Tumbuh sehat ya nak, semoga bunda bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kalian, Razka dan Luna.
Prenatal Yoga salah satu cara memberdayakan diri dalam proses kehamilan, ini pose bersama teman-teman Prenatal Yoga di BKT yang dilaksanakan setiap hari Minggu dengan instruktur mba Diana Elsa Vonie, thank you so much mba, prenatal yoga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya.
Foto ketika mau CTG baby Luna cantik yang masih ada di dalam perut bunda ^_^


Suami tercinta yang selalu setia dan sabar menemani perjalanan hidup saya. love you ayah :* sehat selalu untuk kamu. 
Di ruang bersalin selama proses panjang menanti kehadiran mu sayang, Luna anak Solehah
Akhir dari proses panjang yang menegangkan, menyedihkan, mengharukan, menyedihkan, dan membahagiakan. Terima kasih ya Allah atas segala kehendak Mu. Semoga hamba selalu jadi manusia yang penuh syukur atas nikmat Mu. 
Salsabiluna Aisha Quinnytri = Quin (Queen) nya Tejo dan Rina kehadirannya bagai mata air di surga yang mempunyai sifat-sifat baik seperti Istri Baginda Rasulullah SAW,  Aisyah. Aamiin. 
Hari pertama Luna lahir sudah mandi dan cantik ^_^

Kalian adalah Anugerah Terindah dalam hidup saya. Love you 
Nah, ini dia Luna sayang sekarang, ia tumbuh kembang begitu cepat dan sehat. Beratnya sekarang 7,5 kg, 5 bulan. Minumnya ASI bunda aja, bentar lagi 6 bulan MPASI deh. Anak sehat, pintar dan solehah, kebanggaan kami. Sehat sehat ya nak, kiss kiss dari Bunda :*

Waalaikumsalam, Wr. Wb.
Rina Alkiano